Liputan6.com, Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan sejumlah saham lantaran terjadi pergerakan harga yang tidak wajar di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan di luar kebiasaan antara lain PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Advertisement
Kemudian PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) mengalami penurunan di luar kebiasaan.
Sedangkan PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) terindikasi pola transaksi yang tidak wajar.
Melansir data RTI, saham SRAJ naik signifikan pada awal pekan ini. Pada perdagangan Senin, 29 Januari 2024, saham SRAJ naik 25 persen ke posisi 555. Saham SRAJ sempat terkoreksi 9,91 persen pada Selasa, sebelum kembali naik ke posisi 600 pada Rabu.
Dalam sepekan, harga saham SRAJ naik 57,96 persen. Sedangkan dalam satu tahun terakhir, harga saham SRAJ masih terkoreksi 3,82 persen.
Saham PSAB berada dalam tren hijau sejak 22 Januari pekan lalu meski kenaikannya kecil. Hingga perdagangan Rabu, 31 januari 2024, saham PSAB ditutup naik 8,26 persen secara harian ke posisi 131.
Dalam sepekan, harga saham PSAB naik 49,25 persen. Sedangkan dalam satu tahun terakhir, harga saham PSAB masih terkoreksi 8,40 persen.
Saham SMLE loyo pada pekan ini. Saham SMLE turun 23,73 persen ke posisi 135 pada Senin, 29 Januari 2024. Penurunan berlanjut hingga Rabu, 31 Januari 2024 saham SMLE berada pada posisi 104. Dalam sepekan, saham SMLE turun 42,22 persen.
Harga saham SMILE tersebut turun 40,57 persen dari harga IPO 175 per saham. Informasi saja, saham SMILE baru diperdagangkan di Bursa pada 10 Januari 2024.
Saham CGAS berada pada tren penurunan sejak pekan lalu. Pada Senin, 22 Januari 2024, saham CGAS turun 24,73 persen ke posisi 700.
Penurunan berlanjut hingga Kamis 25 Januari 2024, membawa saham CGAS ke posisi 296. Saham CGAS naik tipis 8,11 persen ke posisi 320 pada Jumat 26 Januari 2024.
Mengawali pekan ini, saham CGAS kembali turun ke posisi 282. Penurunan berlanjut hingga Rabu, 31 Januari kemarin di mana harga sahamnya berada pada posisi 206.
Dalam sepekan, harga saham CGAS turun 30,41 persen. Posusu harga tersebut turun 39,05 persen dibandingkan harga IPO yang dipatok 338 per lembar. Informasi saja, saham CGAS baru diperdagangkan di Bursa pada 8 Januari 2023.
Saham Lainnya
Selanjutnya saham BOGA ditutup naik 0,46 persen ke posisi 1.090 pada Rabu, 31 Januari 2024. Dalam sepekan, harga saham BOGA stagnan atau mengalami perubahan 0,00 persen. Sedangkan dalam satu tahun terakhir, sham BOGA turun 15,83 persen.
Adapun pergerakan saham BHAT relatif stagnan dengan tren turun. Saham BHAT ditutup stagnan atau mengalami perubahan 0,00 persen di posisi 391 pada Rabu, 1 Januari 2024.
Dalam sepekan, harga saham BHAT turun 1,01 persen. Sedangkan dalam satu tahun terakhir, harga saham BHAT turun 55,20 persen.
Pengumuman unusual market activity tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Lebih lanjut, Bursa mengimbau kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat terkait atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Investor juga diimbau untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.
Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.