Liputan6.com, Jakarta Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud Md disebut mendapatkan sentimen positif dalam tujuh hari terakhir berdasarkan survei internal. Hal itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat jumpa pers awal menyambut tahun 2024.
"Dalam catatan 7 hari terakhir (Ganjar-Mahfud) terdapat sentimen positif yang sangat besar," tutur Hasto di Gedung DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2023).
Advertisement
Menurut Hasto, sentimen positif terhadap Ganjar-Mahfud lebih besar ketimbang Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Sehingga dengan atmosfer yang positif dengan sentimen positif dari Pak Ganjar dan Prof Mahfud Md, sentimennya itu yang paling besar daripada yang lain dari data AI (artificial intelegent) kami," jelas dia.
Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) itu pun yakin Ganjar-Mahfud akan meraih suara yang signifikan hingga hari pencoblosan Pilpres 2024.
"Jadi kami meyakini bahwa 42 hari ke depan akan menjadi suatu pergerakan yang menyatu dengan kekuatan rakyat itu," ungkapnya.
Hasto mengulas, PDIP di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, juga telah melakukan penguatan atau reinforcement terhadap gerakan kader dan calon anggota legislatif (caleg).
"Sehingga beberapa wilayah-wilayah strategis dengan sentimen positif sebagaimana digambarkan di dalam data yang ada di sini membangunkan optimisme," katanya.
Hasto pun kembali menegaskan, satu-satunya capres yang memiliki ikatan dengan rakyat hingga wong cilik adalah Ganjar Pranowo.
"Jadi satu-satunya yang sangat bonding dengan wong cilik, rakyat adalah Pak Ganjar. Dengan tidur di rumah rakyat, dengan melakukan blusukan," Hasto menandaskan.
Jokowi Buntuti Ganjar ke Jateng, PDIP: Kader Banteng Biasa Blusukan
Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memandang tidak ada masalah dengan kehadiran Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Jawa Tengah saat calon presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo juga berada di sana. Hal itu malah membuktikan keduanya terbiasa untuk melakukan blusukan sebagaimana kebiasaan kader banteng.
“Kalau kemudian Pak Jokowi itu terkesan di belakang Pak Ganjar, Pak Ganjar datang ke Jawa Tengah, lalu Pak Jokowi datang ke Jawa Tengah, ya sebagaimana kata Pak Ganjar, ya itu bagus,” tutur Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Gedung DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2024).
Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini menegaskan, kebiasaan blusukan itu tidak bisa diikuti oleh capres nomor urut dua Prabowo Subianto.
“Karena yang memang bisa blusukan adalah Pak Ganjar dan Pak Jokowi. Pak Prabowo kan tidak bisa blusukan," jelas dia.
Hasto menyatakan, adanya blusukan atau tidak semakin membuat rakyat mengetahui, bahwa pemimpin nasional yang bergerak cepat dan blusukan hanyalah sosok Ganjar Pranowo dan Jokowi. Terlebih, aksi tersebut tidak mudah ditiru dengan hanya asal turun ke bawah, namun harus juga terbiasa.
"Jadi akhirnya rakyat bisa melihat bagi republik ini, pemimpin nasional yang bergerak cepat yang bisa blusukan itu Pak Jokowi dan Pak Ganjar, Pak Ganjar dan Pak Jokowi. Dan blusukan itu tidak bisa diwakilkan," ungkapnya.
"Blusukan ini merupakan cermin, cermin komitmen kepemimpinan untuk turun ke bawah. Dan tidak mudah untuk bisa turun ke bawah apalagi tidur di rumah rakyat," Hasto menandaskan.
Hasto: Tidur di Rumah Warga Bukan Hasil dari Hanya Sekedar Latihan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi upaya blusukan capres nomor urut dua Prabowo Subianto di Cilincing, Jakarta Utara.
“Ya kami menghormati lah kira-kira kalau Pak Prabowo mencoba untuk latihan blusukan, ini suatu hal yang baik untuk ditunjukan oleh setiap pemimpin. Hal itu juga menjadi bagian dari DNA kita seharusnya para pemimpin untuk turun ke bawah, menyatu dengan rakyat," tutur Hasto di Gedung DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2024).
“Dan tentu kalian saja tahu mana yang memiliki passion dalam blusukan sehingga Pak Ganjar tidak hanya blusukan, tetapi tinggal di rumah-rumah rakyat," sambungnya.
Menurut Hasto, langkah mengatasi kemiskinan dari Ganjar Pranowo merupakan program yang membumi dan merakyat. Hasil dari blusukan dengan bahkan tidur di rumah warga bukanlah hasil dari hanya sekedar latihan.
"Kemudian terkait dengan media sosial memang sangat penting karena ini zaman baru dan artificial intelegent suatu pendekan yang sangat penting. Karena bagi kami seluruh instrumen media sosial dengan kemajuan teknologi itu dipakai mendekatkan dengan wong cilik," jelas dia.
Hasto menegaskan, Ganjar-Mahfud menggunakan berbagai instrumen dalam melakukan pendekatan program untuk rakyat. Termasuk salah satunya melalui jejaring media sosial.