Cak Imin: Ini Bukan Setuju Atau Tidak Setuju IKN, yang Penting Prioritas Pemerataan dan Keadilan

Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, sehingga tidak hanya terpusat ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

oleh Winda NelfiraDiperbarui 22 Desember 2023, 20:35 WIB
Cawapres nomor urut 2 Muhaimin Iskandar dalam Debat Cawapres, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, sehingga tidak hanya terpusat ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini diungkapkan Cak Imin dalam debat calon wakil presiden (cawapres) Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023) malam.

"Kita harus pandai-pandai mengambil priotitas. Sekali lagi, kita bukan setuju atau tidak setuju IKN. Yang paling penting adalah prioritas pemerataan dan keadilan agar terbangun kota-kota, sehingga sarana air bersihnya terwujud," kata Cak Imin di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023) malam.

"Balikpapan kasian. Banjarmasin kasian. Pontianak kasian. Karena apa, kota-kota ini dalam waktu singkat bisa kita sulap menjadi lebih baik karena fiskal yang kita sediakan dirataadilkan di perkotaan," tambahnya.

Cak Imin: 1 Persen Anggaran IKN Bisa Bangun Jalan Seluruh Kalimantan

Ibu Kota Nusantara atau IKN menjadi topik hangat dalam Debat Cawapres 2024, Jumat (22/12/2023). Muhaimin Iskandar menyebut anggaran besar IKN sebenarnya dapat digunakan untuk membangun jalan dan sekolah layak di seluruh Pulau Kalimantan.

Hal tersebut disampaikan Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar menanggapi pernyataan Cawapres Gibran Rakabuming Raka terkait pembangunan IKN yang harus dilanjutkan setelah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Yang paling penting bukan infrastruktur atau SDM dulu, tapi kemampuan membaca skala prioritas," kata Gus Muhaimin.

IKN sebagai proyek ambisius, kata dia, hampir menelan Rp500 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Padahal satu persen saja dari Rp 400 sekian triliun untuk bangun jalan seluruh Kalimantan beres, membangun kota seluruh Kalimantan beres," kata Muhaimin.

Sementara untuk pembangunan sumber daya manusia, anggaran IKN sebenarnya dapat membangun sekolah layak di seluruh Kalimantan.

"Tiga persen saja dari seluruh anggaran bisa bangun sekolah dengan baik di seluruh Kalimantan. Itu adalah contohj kemampuan membaca skala prioritas," ujar Muhaimin. 

Infografis Kesiapan Muhaimin, Gibran dan Mahfud MD Jelang Debat Cawapres 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya