Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada sesi pertama perdagangan saham Senin (4/12/2023).IHSG bertahan di posisi 7.100.
Dikutip dari data RTI, IHSG melonjak 1,01 persen ke posisi 7.131,31. Indeks LQ45 bertambah 1,1 persen ke posisi 950,07. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada sesi pertama perdagangan Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.141,06 dan terendah 7.084,46. Sebanyak 284 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 261 saham melemah dan 202 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 875.694 kali dengan volume perdagangan 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.452.
Mayoritas sektor saham (IDX-IC) melambung. Sektor saham teknologi memimpin penguatan dengan melonjak 4,83 persen. Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,87 persen, sektor saham basic melesat 1,42 persen, sektor saham industri bertambah 0,36 persen.
Selain itu, sektor saham keuangan menguat 0,54 persen, sektor saham properti mendaki 0,48 persen, dan sektor saham transportasi bertambah 0,44 persen.
Sektor saham nonsiklikal susut 0,11 persen, sektor saham siklikal merosot 0,23 persen, sektor saham kesehatan susut 0,31 persen dan sektor saham infrastruktur melemah 0,53 persen.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa global yamg ditutup menguat dan pergerakan bursa Asia yang mayoritas masih bergerak menguat. “Penguatan IHSG ini pun juga masih cukup inline dengan teknikal yang kami rilis pagi tadi,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, penguatan IHSG ini didukung oleh beberapa rilis data dari AS yang cukup baik, di mana yield UST note 10 tahun yang melandai ke level 4,2%. "Jadi ini meningkatkan optimisme investor akan berakhirnya era suku bunga tinggi, meskipun The Fed masih akan menetapkan suku bunganya di level yang sama (higher for longer),” kata dia.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
Saham RONY melambung 25 persen
Saham KOPI melambung 23,84 persen
Saham MPRO melambung 21,40 persen
Saham DCII melambung 19,96 persen
Saham EDGE melambung 19,83 persen
Saham GJTL melambung 19,66 persen
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
Saham MDRN melemah 16,67 persen
Saham SOSS melemah 15,38 persen
Saham LAPD melemah 14,29 persen
Saham PURI melemah 13,74 persen
Saham BLTZ melemah 10,92 persen
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
Saham GOTO senilai Rp 914,9 miliar
Saham BBRI senilai Rp 850,9 miliar
Saham AMMN senilai Rp 407 miliar
Saham BBCA senilai Rp 268,3 miliar
Saham APIC senilai Rp 193 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
Saham GTRA tercatat 112.703 kali
Saham STRK tercatat 54.886 kali
Saham GOTO tercatat 50.863 kali
Saham ASLC tercatat 21.828 kali
Saham GJTL tercatat 19.267 kali
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin, 4 Desember 2023. Investor menanti serangkaian data ekonomi penting pada Selasa pekan ini dan pembacaan inflasi akhir pekan ini.
Dikutip dari CNBC, pembacaan inflasi di Tokyo akan dirilis pada perdagangan Selasa pekan ini yang secara luas dipandang sebagai indikator utama tren nasional. Selain itu, Korea Selatan juga akan merilis inflasi.
Reserve Bank of Australia atau Bank Sentral Australia akan mengadakan pertemuan terakhirnya pada Selasa, 5 Desember 2023. Ekonom yang disurvei Reuters prediksi, bank sentral Australia akan pertahankan suku bunga 4,35 persen.
Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,97 persen, dan memimpin penguatan di Asia Pasifik. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,64 persen dan indeks Kosdaq bertambah 0,17 persen. DI Jepang, indeks Nikkei melemah 0,51 persen dan indeks Topix susut 0,65 persen. Indeks Hang Seng menguat 0,2 persen, sedangkan indeks CSI 300 merosot 0,2 persen.
Penguatan IHSG Sesuai Prediksi
Penguatan IHSG ini sesuai prediksi analis. Analis PT RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menuturkan, IHSG terlihat melakukan koreksi disertai volume untuk menguji support garis moving average (MA)5 harian.
"Jika mampu breakdown support garis MA5 maka berpeluang untuk membuat lower low (LL) dan menguji support garis MA20 sekaligus support bullish channel-nya,” ujar dia.
Wafi menuturkan, jika bertahan di atas garis MA5 berpeluang untuk kembali rebound dan membuat higher high (HH) level untuk melanjutkan fase bullish-nya.
"Range pergerakan IHSG saat ini berada di kisaran 6.940-7.100,” tutur dia.