Liputan6.com, Hawaii: Pantai Waikiki. Sunset Beach Oahu. Hutan hujan Kokee State Park, dan wanita cantik. Pendek kata, Hawaii memang tempatnya segala keindahan. Tapi bila Anda pergi ke sana, jangan pernah lewatkan diri untuk menyaksikan tarian hula. Sebab, hanya aktivitas seni itulah yang paling menarik di Hawaii. Masa? Begitulah nyatanya.
Tarian hula menarik karena adanya perpaduan gerak gemulai dan hentakan dinamis. Bila menyaksikan hula, niscaya Anda terhanyut. Lenggak-lenggok para penari hula akan memaksa penonton untuk tetap berada di tempat. Bahkan, bisa jadi penonton meminta waktu pertunjukan diperpanjang.
Tapi, siapa sangka bila tarian yang terinspirasi dari deburan ombak ini dulunya pernah begitu dilarang. Pada awalnya, tarian ini diciptakan 300 tahun silam oleh dua gadis bernama Hi`iaki dan Hopoe. Belakangan, goyangan itu dilarang para penyebar agama Nasrani yang masuk ke-kepulauan tersebut. Haram kata mereka. Kala itu, para pendeta Nasrani berhasil mempengaruhi Ratu Kay Koo Manie untuk melarang tarian tersebut di muka umum.
Sejak pelarang itu, hula tenggelam selama 60 tahun. Sampai Ratu Kay Koo mangkat dan digantikan Raja Kalakua. Untungnya Raja Kalakua tak sekeras Ratu Kay Koo. Raja mulai mempopulerkan kembali Hula. Namun akibat pelarangan itu, banyak sekali teknik gerakan hula yang hilang. Pendeknya, hula menjadi tak menarik.
Kini, seorang pakar Hula Kumano Palani yang peduli mulai menggali keaslian tarian ini. Dia tengah berjuang melakukan konservasi kebudayaan asli Hawaii melalui hula. Pasalnya banyak warga Hawaii yang tak lagi berbicara dalam bahasa asli. Untuk itu, setiap musim semi masyarakat Hawaii disuguhkan tontonan kompetisi tarian hula. Kompetisi ini juga ditujukan untuk merayakan kembalinya tarian tarian tersebut di hadapan publik.(ICH/Nlg)
Tarian hula menarik karena adanya perpaduan gerak gemulai dan hentakan dinamis. Bila menyaksikan hula, niscaya Anda terhanyut. Lenggak-lenggok para penari hula akan memaksa penonton untuk tetap berada di tempat. Bahkan, bisa jadi penonton meminta waktu pertunjukan diperpanjang.
Tapi, siapa sangka bila tarian yang terinspirasi dari deburan ombak ini dulunya pernah begitu dilarang. Pada awalnya, tarian ini diciptakan 300 tahun silam oleh dua gadis bernama Hi`iaki dan Hopoe. Belakangan, goyangan itu dilarang para penyebar agama Nasrani yang masuk ke-kepulauan tersebut. Haram kata mereka. Kala itu, para pendeta Nasrani berhasil mempengaruhi Ratu Kay Koo Manie untuk melarang tarian tersebut di muka umum.
Sejak pelarang itu, hula tenggelam selama 60 tahun. Sampai Ratu Kay Koo mangkat dan digantikan Raja Kalakua. Untungnya Raja Kalakua tak sekeras Ratu Kay Koo. Raja mulai mempopulerkan kembali Hula. Namun akibat pelarangan itu, banyak sekali teknik gerakan hula yang hilang. Pendeknya, hula menjadi tak menarik.
Kini, seorang pakar Hula Kumano Palani yang peduli mulai menggali keaslian tarian ini. Dia tengah berjuang melakukan konservasi kebudayaan asli Hawaii melalui hula. Pasalnya banyak warga Hawaii yang tak lagi berbicara dalam bahasa asli. Untuk itu, setiap musim semi masyarakat Hawaii disuguhkan tontonan kompetisi tarian hula. Kompetisi ini juga ditujukan untuk merayakan kembalinya tarian tarian tersebut di hadapan publik.(ICH/Nlg)