Liputan6.com, Jakarta Ariel Noah akhirnya membuka suara untuk menjelaskan alasan di balik perpecahan Peterpan dan keluarnya Andika Naliputra Wirahardja, yang dikenal sebagai Andika eks The Titans dan Peterpan. Sebelumnya, Andika sempat mengatakan bahwa dirinya telah dikeluarkan dari Peterpan tanpa alasan yang jelas.
Dalam podcast di kanal YouTube Ferdy Element, Ariel NOAH menyayangkan pernyataan Andika tersebut. Ia juga heran mengapa hal ini dibahas lagi, padahal saat itu mereka sudah memiliki kesepakatan mengenai masalah ini.
Advertisement
Demi menghindari kesalahpahaman di publik, Ariel NOAH akhirnya juga harus membahas masalah ini versi dirinya. Ariel menekankan bahwa salah satu faktor dalam perpecahan tersebut adalah budaya dalam masyarakat Indonesia, di mana banyak orang tidak nyaman mengungkapkan kritik atau pendapat negatif.
Hal ini, menurut Ariel, dapat membuat sulit untuk membahas masalah dan mengatasi perbedaan pendapat dengan baik.
Tipikal
“Intinya menurut gua, kesalahannya itu adalah kebanyakan orang Indonesia tuh kayak kita, enggak enakan kalau mau ngomong, enggak ada kayak di Amerika tuh yang kalau lu jelek, kita ngomong jelek, gua nggak suka, nah gua nggak,” kata Ariel NOAH dalam podcast yang diunggah pada Kamis (12/10/2023).
“Bukan cuma kita. Hampir semuanya sih. Produser-produser juga begitu. Memang tipenya orang Indonesia, apalagi orang Bandung, kalau misalnya orang ‘Aduh, lu jelek’ gitu. Kalau Gue, ‘kayaknya kurang apa, dikit gitu ya’,” sambungnya.
Kesulitan
Ariel mengungkapkan permasalahan ini muncul sejak album pertama Peterpan dan semakin menjadi saat mereka memulai album kedua. Ariel dan anggota band lainnya merasa bahwa ketika mereka mencoba untuk memasukkan lagu karya mereka sendiri, Andika tidak mampu menjalankannya dengan baik. Namun, Ariel juga menyatakan bahwa mereka tidak ingin merendahkan atau mengkritik Andika secara kasar.
“Ya jadi pada saat itu, jadi sudah dari album pertama nih ada masalahnya, gue mau jelasin itu. Jadi album pertama itu memang agak kesulitan dia. Jadi dia ngisi, dia berusaha tapi kurang enak. Dia ngisi lagi, kurang enak. Akhirnya sampai dia sendiri juga jadi kayak frustasi. Aduh kok nggaa enak semuanya gitu. Kadang-kadang sampe kayak begitu. Dan itu semuanya sih mengakuin,” beber Ariel NOAH lagi.