Padang Terendam, Longsor Susulan di Dairi

Hujan deras selama tiga hari menyebabkan longsor susulan di Dairi Sumut. Sebanyak 97 KK diungsikan. Hujan dua hari menggenangi ratusan rumah dan melumpuhkan Bandara Tabing Padang.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Desember 2000, 19:55 WIB
liputan6.com, Padang: Hujan menyiram Kota Padang selama dua hari belakangan. Ratusan unit rumah dan sekitar 8.000 hektare lahan terendam. Hujan yang disertai angin kencang itu juga melumpuhkan Bandara Tabing. Sejak Selasa (19/12) pagi, Bandara Tabing ditutup untuk sementara.

Tindakan tersebut diambil sebab jarak pandang hanya mencapai 500 meter. Padahal jarak minimal yang diizinkan adalah 2.500 meter. Lantaran itu dua pesawat Mandala dari Medan dan Jakarta terpaksa mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. Sedangkan ratusan penumpang tujuan Medan, Jakarta, Batam, dan Johor Malaysia menunggu hingga malam di bandara. Sementara areal parkir dan kargo bandara tertutup air.

Luapan air kali ini lebih meluas dibanding banjir pada 22 November silam. Daerah yang tergenang adalah Maransi Kurao Pagang, Tunggul Hitam, Lubuk Begalung, Khatib Sulaiman, Lubuk Buaya, Tarandam, Jati, Siteba, dan Lapai. Kondisi di lokasi tersebut semakin memburuk lantaran sistem pengairan kota tak berfungsi. Akibatnya, sebagian besar badan jalan tertutup air hingga ketinggian satu meter.

Sementara itu, hujan deras dan angin juga melanda Dairi Sumatra Utara selama tiga hari. Akibatnya terjadi bencana tanah longsor susulan. Hingga kini, Pemerintah Daerah Sumut telah mengevakuasi 97 kepala keluarga di Kecamatan Salak dan Kerajaan. Sebuah jembatan putus. Enam desa kembali terkurung longsoran. Penyaluran bantuan dilaksanakan secara estafet dengan berjalan kaki.

Sebenarnya Pemda setempat sudah meminta warga meninggalkan desa ketika terjadi longsor, awal Desember silam. Namun warga menolak. Pemda menduga bencana terjadi lantaran kondisi tanah pascalongsor belum stabil. Selain itu, kendaraan berat para pemegang hak pengusahaan hutan yang memuat kayu mulai melintasi wilayah tersebut. Lantaran itu Bupati Dairi M.P. Tumanggor sudah meminta Menteri Kehutanan mencabut izin HPH sebuah perusahaan di sana. Bupati mencurigai pengusaha kayu tersebut menggunduli hutan sehingga daerah tersebut rawan longsor.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya