Jadwal Asian Games 2023, Senin 2 Oktober: Menanti Penebusan dari Bulu Tangkis

Cabang olahraga bulu tangkis mulai menggulirkan nomor perorangan menurut jadwal Asian Games 2023, Senin (2/10/2023). Usai gagal di nomor beregu, wakil Indonesia berharap dapat menebus dosa pada ajang yang berlangsung di Hangzhou, China.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 02 Oktober 2023, 06:00 WIB
Tim Indonesia tersingkir di perempat final Asian Games 2023 setelah kalah dari Korea Selatan pada cabang bulu tangkis nomor beregu. Indonesia kalah 1-3 dari Korea Selatan di Beijing Gymnasium, China, Jumat (29/3/2023). (foto: PBSI) 

Liputan6.com, Jakarta - Cabang olahraga bulu tangkis mulai menggulirkan nomor perorangan menurut jadwal Asian Games 2023, Senin (2/10/2023). Usai gagal di nomor beregu, wakil Indonesia berharap dapat menebus dosa pada ajang yang berlangsung di Hangzhou, China.

 

Setelah tim putri urung membuat kejutan saat bertemu tuan rumah pada perempat final, tim putra yang berstatus unggulan pertama juga tumbang di babak yang sama. Mereka takluk dari Korea Selatan. 

Kini wakil tepok bulu Indonesia terjun di nomor perorangan Asian Games 2023. Para pemain diharapkan bisa melewati fase-fase awal dalam usaha menebus kegagalan dan membawa pulang medali emas.

Selain bulu tangkis, atlet Merah Putih dari cabor lainnya juga tampil hari ini. Mereka berjuang merebut kemenangan demi mendongkrak posisi Tanah Air.  

Hingga Minggu (1/10/2023) malam WIB, Indonesia berada di urutan 10 klasemen medali Asian Games 2022 dengan koleksi empat emas, tiga perak, dan 11 perunggu.

 


Indonesia Rebut Emas Keempat di Asian Games 2023

Selebrasi dua pembalap BMX putri Indonesia, Amellya Nur Sifa (kanan) yang merebut medali emas dan Jasmine Azzahra Setyobudi yang menyumbang medali perunggu setelah berakhirnya lomba balap sepeda nomor BMX putri Asian Games 2022 di Chun'an Jieshou Sports Centre BMX Course, Minggu (1/10/2023) pagi WIB. (PB ISSI/Nick Hanoatubun)

Indonesia merebut emas keempat Asian Games 2023, Minggu (1/10/2023, dari cabang olahraga sepeda BMX melalui Amellya Nur Sifa.

Dia berjaya pada nomor individu putri dengan mengungguli wakil tuan rumah China, Gu Quanquan, di Chun'an Jieshou Sports Centre. Sementara perunggu juga didapat wakil Indonesia yakni Jasmine Azzhra Setyobudi.

Amellya menjadi yang terbaik berkat catatan waktu 45,244 detik di run pertama dan meraih 4 poin, lalu 43,551 detik di run kedua (3 poin) juga 2 poin di run terakhir lewat catatan waktu 43,958 detik.

“Memang tadi kita melihat bahwa persaingan di putri cukup ketat, di mana dua pebalap China dan dua pebalap Indonesia saling berdekatan poin. Di final moto 3 kami mempersiapkan strategi yang cukup matang,” kata Dadang Haris Poernomo, Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia.

Menurut Dadang, China sangat jelas mengincar medali emas dan perak di nomor BMX putri ini. Tapi, strategi itu sudah dibaca tim peltih yang langsung mengatur strategi untuk bisa mengurungkan niatan tuan rumah tersebut.

Lanjut Baca:

“Kita tidak mau kalah dan diam. Kita atur strategi Sifa dan Jasmin untuk supaya di tempatkan di gate yang tepat untuk menghadapi dua pebalap China. Dan betul, Alhamdulillah Jasmin dan Sifa bisa menjalankan perintah dengan baik dan selama perlombaan mereka tidak ada kendala, cukup lancar semuaya dilalui dengan baik.” “Semua obstacle dihadapi dengan sangat bagus dan ternyata strategi ini bisa menghambat laju China untuk mendapatkan medali emas dan perak,” jelas Dadang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya