Liputan6.com, Moskow: Sekolah untuk anak staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri ternyata menerapkan metode khusus dalam proses belajar mengajar. Ini dilakukan lantaran jumlah murid yang sedikit sehingga cara yang dipilih adalah mengutamakan hubungan pertemanan yang akrab antara guru dan murid. Sekolah di KBRI Rusia di Moskow, misalnya. Di tempat ini, jumlah murid dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama hanya puluhan orang.
Kenyataan ini jelas menantang guru untuk bisa mengajar tanpa membuat anak didik merasa bosan. Sistem hubungan pertemanan yang akrab antara guru dan murid pun dikembangkan sehingga peserta didik tidak merasa takut untuk mengemukakan pendapat dan pikiran. Sebagai contoh, mata pelajaran bahasa Indonesia dibuat semenarik mungkin dengan menggunakan buku-buku cerita bergambar. Lewat gambar-gambar tersebut, para murid kemudian diminta menceritakan kembali isinya sesuai dengan apa yang ada dalam benak mereka. Dengan begitu, pengetahuan para siswa berbahasa Indonesia langsung dipraktikkan.
Pihak sekolah juga mengutamakan kenyamanan murid dalam belajar, bermain, dan bergaul. Sementara untuk mendorong para siswa memperoleh nilai yang tinggi, pengelola sekolah menerapkan sistem target nilai yang ditentukan berdasarkan keputusan yang diambil masing-masing anak. Sistem ini dilakukan karena jumlah murid yang sedikit sehingga para siswa cenderung kurang memiliki keinginan buat bersaing dengan sesama siswa.(SID/Olivia Rosalia dan Agus Kusnohadi)
Kenyataan ini jelas menantang guru untuk bisa mengajar tanpa membuat anak didik merasa bosan. Sistem hubungan pertemanan yang akrab antara guru dan murid pun dikembangkan sehingga peserta didik tidak merasa takut untuk mengemukakan pendapat dan pikiran. Sebagai contoh, mata pelajaran bahasa Indonesia dibuat semenarik mungkin dengan menggunakan buku-buku cerita bergambar. Lewat gambar-gambar tersebut, para murid kemudian diminta menceritakan kembali isinya sesuai dengan apa yang ada dalam benak mereka. Dengan begitu, pengetahuan para siswa berbahasa Indonesia langsung dipraktikkan.
Pihak sekolah juga mengutamakan kenyamanan murid dalam belajar, bermain, dan bergaul. Sementara untuk mendorong para siswa memperoleh nilai yang tinggi, pengelola sekolah menerapkan sistem target nilai yang ditentukan berdasarkan keputusan yang diambil masing-masing anak. Sistem ini dilakukan karena jumlah murid yang sedikit sehingga para siswa cenderung kurang memiliki keinginan buat bersaing dengan sesama siswa.(SID/Olivia Rosalia dan Agus Kusnohadi)