Liputan6.com, Medan: Sebanyak dua orang tewas menyusul bentrokan antara dua organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) Pemuda Pancasila dan Patriot Pembela Bangsa di Simalingkar A, Medan, Sumatra Utara, Kamis (1/5). Bentrokan kali kedua dalam sebulan terakhir ini adalah untuk memperebutkan penguasaan lahan di Pasar Simpang Kuala dan Pasar Perumnas Simalingkar. Penguasaan lokasi itu meliputi jasa pengamanan dengan imbalan jutaan rupiah per bulannya.
Menurut saksi mata, kedua korban itu tewas akibat luka bacokan senjata tajam setelah sekelompok pemuda menggunakan tiga unit angkutan kota menyerang Desa Simalingkar A. Korban pertama ditemukan di tengah jalan dengan luka bacok di kepala. Sedangkan seorang lagi tewas di pinggir sebuah jurang di kawasan Desa Simalingkar. Hingga Kamis malam, polisi belum mengetahui jati diri kedua korban yang tewas, karena di saku baju maupun celana korban tidak ditemukan identitas apapun.
Tim Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Kota Besar Medan beserta Tim Kepolisian Sektor Kota Delitua dan Pancurbatu sudah diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Tim gabungan lalu bergerak ke perkebunan Kuala Bekala, tempat terjadi bentrokan. Di sini polisi melepaskan tembakan peringatan serta meringkus tiga pemuda yang disangka terlibat dalam bentrokan, meski sempat dihalangi sejumlah ibu-ibu.
Dari Desa Kuala Bekala, polisi kemudian bergerak menuju Desa Simalingkar A. Kepala Reserse Kriminal Poltabes Medan Ajun Komisaris Polisi Maruli Siahaan mengatakan, aparat kepolisian kini masih memburu sejumlah orang lainnya yang ikut memicu bentrokan.
Bentrokan antarpemuda di Medan, terbilang sering terjadi. Agustus tahun silam, dua kelompok pemuda juga bentrok gara-gara berebut lahan berdagang. Akibatnya, sebuah warung dan dua unit sepeda motor hangus terbakar [baca: Pemuda Medan Rusuh, Dua Sepeda Motor Hangus]. Beberapa rumah penduduk yang berdekatan dengan lokasi kejadian pun tak luput dari lemparan batu. Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Delapa pemuda yang diduga pemicu bentrokan ditahan.(DEN/Panogari Panggabean dan Amal Rambe)
Menurut saksi mata, kedua korban itu tewas akibat luka bacokan senjata tajam setelah sekelompok pemuda menggunakan tiga unit angkutan kota menyerang Desa Simalingkar A. Korban pertama ditemukan di tengah jalan dengan luka bacok di kepala. Sedangkan seorang lagi tewas di pinggir sebuah jurang di kawasan Desa Simalingkar. Hingga Kamis malam, polisi belum mengetahui jati diri kedua korban yang tewas, karena di saku baju maupun celana korban tidak ditemukan identitas apapun.
Tim Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Kota Besar Medan beserta Tim Kepolisian Sektor Kota Delitua dan Pancurbatu sudah diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Tim gabungan lalu bergerak ke perkebunan Kuala Bekala, tempat terjadi bentrokan. Di sini polisi melepaskan tembakan peringatan serta meringkus tiga pemuda yang disangka terlibat dalam bentrokan, meski sempat dihalangi sejumlah ibu-ibu.
Dari Desa Kuala Bekala, polisi kemudian bergerak menuju Desa Simalingkar A. Kepala Reserse Kriminal Poltabes Medan Ajun Komisaris Polisi Maruli Siahaan mengatakan, aparat kepolisian kini masih memburu sejumlah orang lainnya yang ikut memicu bentrokan.
Bentrokan antarpemuda di Medan, terbilang sering terjadi. Agustus tahun silam, dua kelompok pemuda juga bentrok gara-gara berebut lahan berdagang. Akibatnya, sebuah warung dan dua unit sepeda motor hangus terbakar [baca: Pemuda Medan Rusuh, Dua Sepeda Motor Hangus]. Beberapa rumah penduduk yang berdekatan dengan lokasi kejadian pun tak luput dari lemparan batu. Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Delapa pemuda yang diduga pemicu bentrokan ditahan.(DEN/Panogari Panggabean dan Amal Rambe)