Pria kelahiran Jakarta 12 Juni 1965 dengan Nama Syeh Syafei Dado Bin Abdul Al Dado atau biasa dikenal dengan nama Tata Dado sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada hari senin (18/3/2013) memberikan senyuman terakhirnya.
"Sebelum meninggal, Tata narik nafas terakhir terus sempet tersenyum. Meninggalnya mulus banget," ucap Rudi, manajer Tata Dado, di kediaman Tata di jl. Papandayan, perum Mas Naga, Galaxi, Kalimalang, Bekasi, Senin (18/3/2013).
Tak ada isyarat atas kepergian pentolan Silver Boy ini. Diceritakan oleh Rudi, pada hari minggu (17/3/2013) keluarga, saudara serta teman dekat sempat berkumpul di rumah Tata. Hal itu sangat direspon bahagia oleh Tata.
"Kemarin keponakan, saudara, dan temen terdeket, memang sengaja ngumpul. Dan ia ngerespon bahagia akan hal itu" jelasnya .
Tata Dado yang meninggal akibat sakit diabetes dan stroke yang dideritanya selama 2 tahun ini dijadwalkan akan di kebumikan di TPU Karet Bivak sebelum sholat Zuhur.(Pur/Mer)
"Sebelum meninggal, Tata narik nafas terakhir terus sempet tersenyum. Meninggalnya mulus banget," ucap Rudi, manajer Tata Dado, di kediaman Tata di jl. Papandayan, perum Mas Naga, Galaxi, Kalimalang, Bekasi, Senin (18/3/2013).
Tak ada isyarat atas kepergian pentolan Silver Boy ini. Diceritakan oleh Rudi, pada hari minggu (17/3/2013) keluarga, saudara serta teman dekat sempat berkumpul di rumah Tata. Hal itu sangat direspon bahagia oleh Tata.
"Kemarin keponakan, saudara, dan temen terdeket, memang sengaja ngumpul. Dan ia ngerespon bahagia akan hal itu" jelasnya .
Tata Dado yang meninggal akibat sakit diabetes dan stroke yang dideritanya selama 2 tahun ini dijadwalkan akan di kebumikan di TPU Karet Bivak sebelum sholat Zuhur.(Pur/Mer)