Together, We Can Do Better: Lagu Persembahan Liputan6.com untuk Bumi

Berangkat dari isu perubahan iklim, redaksi Liputan6.com mempersembahkan sebuah lagu berjudul "Together, We Can Do Better".

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 01 September 2023, 16:20 WIB
Lagu Together, We Can Do Better persembahan redaksi Liputan6.com. (Via Vidio.com)

Liputan6.com, Jakarta - Isu global climate change atau perubahan iklim menjadi sorotan serius masyarakat dunia. Perubahan suhu dan pola cuaca Bumi, makin dirasakan, tak terkecuali di Indonesia.

Berangkat dari isu tersebut, redaksi Liputan6.com mempersembahkan sebuah lagu bertema perubahan iklim berjudul "Together, We Can Do Better" ("Bersama Kita Bisa Melakukan Lebih Baik").

Lagu ini adalah bagian dari Liputan6 Climate Change Project, yang merupakan upaya Liputan6.com sebagai media untuk mengangkat isu perubahan iklim dengan cara yang mudah dimengerti publik. Lagu ini juga mengangkat keindahan Bumi dan langitnya yang perlahan mulai terkikis oleh ulah manusia.

Namun, dengan kesadaran bersama, kita bisa mempertahankan Bumi sebagai rumah yang layak bagi umat manusia di masa depan, sekaligus bertahan dari perubahan iklim. Kondisi Bumi yang dirusak oleh segelintir manusia, disampaikan secara tersirat melalui bagian awal lirik lagu ini.

Langit biru yang cerah, pemandangan yang indah

Tanpa kita sadari, itu takkan abadi

Our future is intertwining with the earth

But we hurt our own mother

She's dying and crying for love, oh no. Crying for love, your love...

"Together, We Can Do Better" merupakan lagu karya Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com Elin Kristanti dengan Redaktur Pelaksana Edu Krisnadefa, bertindak sebagai produser. Sementara aransemen musik dikerjakan oleh Fadhil Lazuardi. Adapun tiga orang dari tim redaksi turut menyanyikan lagu ini, yaitu para jurnalis: Putu Elmira, Teddy Tri Setyo Berti, dan Dio Prasasti.


Ingatkan Hal Sekecil Apapun Bisa Menyelamatkan Bumi

ilustrasi bumi. (NASA)

Lagu ini juga menargetkan segala usia, terutama para generasi muda untuk berbuat sesuatu agar bisa mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Agar mereka tergerak melakukan hal-hal kecil untuk menyelamatkan bumi.

Dari hal-hal kecil, jika dilakukan secara masif, akan menghasilkan dampak yang luar biasa. Misalnya mengurangi plastik, pemilahan sampah, atau menyuarakan topik perubahan iklim serta penyelamatan lingkungan di media sosial masing-masing.

Mengenai genre musik, Edu Krisnadefa selaku produser menyampaikan alasannya, menggabungkan tiga genre yang bisa membaur dengan indah.

"Genrenya menjangkau semua, dari pop, hip hop, sampai rock. Genre rock mewakili kemarahan kita terhadap orang-orang yang membuat kondisi alam kita sudah parah. Maka itu, kami mengajak semua untuk berbuat sesuatu. Bagian lirik 'let's answer the earth's calling', itu maknanya di situ," terang Edu Krisnadefa.

Lanjut Baca:

Lalu, mengapa lagu ini dibuat dalam dua bahasa? "Kami berharap agar reach atau jangkauannya lebih luas," ujar Edu, lagi. Ditambahkan juga oleh Edu, lagu ini dikerjakan sejak pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2023 dengan proses take vokal seminggu lalu. "Ada workshop sekitar sebulan, lalu mixing dan mastering di Laba-Laba Production. Kami mengisi musiknya sendiri di rumah (home studio)," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya