Cerita Redaksi dari ARRC Mandalika 2023: Pengalaman Pahit Perdana Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika kembali melanjutkan kiprahnya untuk menggelar kejuaraan balap internasional. Baru-baru ini, giliran ajang FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023 yang dihelat di sirkuit tersebut.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 27 Agustus 2023, 17:45 WIB
Kondisi Sirkuit Mandalika psca dihentikannya race 2 kelas ASB 1000 di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) seri keempat pada Minggu (13/8/2023). (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Liputan6.com, Jakarta - Sirkuit Mandalika kembali melanjutkan kiprahnya untuk menggelar kejuaraan balap internasional. Baru-baru ini, giliran ajang FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023 yang kebagian dihelat di sirkuit kebanggaan Tanah Air pada 11-13 Agustus lalu.

Saya diberi kesempatan untuk berangkat ke Nusa Tenggara Barat (NTB) demi meliput kompetisi tersebut. Meski bukan kompetisi berlabel MotoGP atau World Superbike (WSBK), ARRC 2023 boleh dikata cukup banyak menuai antusiasme masyarakat.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria saat ditemui awak media di sela-sela hari balapan.

Menurut Priandhi, tiket untuk menyaksikan ajang ARRC ludes terjual. Beberapa di antaranya memang dibeli oleh instansi dan pebisnis. Kendati begitu, ada pula masyarakat umum alias penonton organik yang turut menyaksikan langsung jalannya perhelatan.

Pihak penyelenggara sampai perlu menyiasati akses lantaran adanya permintaan tambahan. Mereka menyediakan tiket on the spot yang dapat dibeli langsung dan ditukar dengan barcode agar bisa masuk ke area penonton.

Harga tiket ARRC Mandalika 2023 boleh dikata sangat terjangkau. Tiket kategori Festival dijual seharga Rp75.000. Premium grand stand A dan B cuma dipatok Rp100.000. Sementara itu, untuk Deluxe dan Premier Class masing-masing dibanderol dengan nilai Rp2 juta serta Rp2,5 juta.

Hari itu, ketika Direktur Utama MGPA Priandhi Satria memberi keterangan langsung kepada awak media, balapan Asia Road Racing Championship 2023 sebenarnya sudah memasuki hari kedua, Minggu 13 Agustus.

Alhasil, ia juga sempat membagikan sedikit evaluasi terkait penyelenggaraan Asia Road Racing Championship. Meski baru perdana digelar di Sirkuit Mandalika, FIM Asia rupanya sudah mengapresiasi atas jalannya perhelatan.

Mereka menilai marshal yang bertugas cepat tanggap dalam menangani adanya tumpahan atau tetesan oli saat crash. Aspek lain, mulai dari race control, digital flag, serta pit lane juga tidak ada kekurangan.


Penonton Didominasi Komunitas

Gelaran ARRC 2023 di Sirkuit Mandalika pada 11-13 Agustus 2023 tak terlalu banyak dihadiri penonton. (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Saya sendiri baru hadir di Sirkuit Mandalika pada hari balapan pertama, yakni Sabtu, 12 Agustus 2023. Saat latihan bebas sehari sebelumnya, saya baru berangkat dari Jakarta sehingga tidak sempat mampir langsung untuk meliput.

Lanjut Baca:

Akan tetapi, sejauh pengamatan dari hari pertama hingga Minggu (13/8/2023) siang, sejumlah poin yang disebutkan Direktur MGPA memang sudah cocok. Balapan berjalan lancar dari hari pertama. Tidak ada gangguan atau masalah berarti yang nampak. Beberapa crash sejak tahapan kualifikasi, Sabtu (12/8/2023), sampai race-race awal pada Minggu (13/8/2023) juga tertangani. Kalau ada yang sedikit berbeda dari pernyataan petinggi Mandalika, mungkin itu hanya soal kehadiran penonton. Saya sempat berkunjung ke grandstand bersama rekan-rekan wartawan lain tak lama setelah kami melakukan doorstop dengan Priandhi Satria di ruang media. Penonton yang hadir rupanya didominasi oleh komunitas-komunitas. Sangat jarang saya melihat penonton organik yang datang dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Padahal balapan kala itu digelar saat akhir pekan dengan tiket yang amat bersahabat. Adapun kelompok yang paling ramai menghuni grand stand kala itu ialah komunitas Honda dan Yamaha setempat. Mereka asyik menyuarakan dukungan bagi pembalap yang memperkuat tim Yamaha serta Honda. Saat saya tiba di grand stand, ARRC Mandalika kebetulan baru melangsungkan balapan kedua untuk kelas UB150. Alhasil, suara motor yang melengking ditambah sorak-sorai komunitas cukup mendominasi pendengaran saya siang itu. Saya dan rekan wartawan lain cuma sempat menyapa sekilas serta mendokumentasikan aktivitas para anggota komunitas kala itu. Kami harus cepat-cepat kembali ke area Sirkuit lantaran balapan kelas AP250 akan segera bergulir. Di kelas tersebut, pembalap Indonesialah yang kerap mendominasi. Terbukti, trio rider Merah Putih: Herjun Atna Firdaus (Astra Honda Racing Team), Aldi Satya Mahendra (Yamaha Racing Indonesia), serta Wahyu Nugroho (Yamaha Racing Indonesia) menjadi penguasa podium race 1.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya