Ketua Umum PSSI Erick Thohir: Komite Etik dan Komite Banding Harus Amanah dan Junjung Integritas

Ketua Umum PSSI Erick Thohir yakin keberadaan dua Komite Yudisial PSSI, yakni Komite Etik dan Komite Banding, bisa menangani setiap masalah yang muncul di sepak bola nasional.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 19 Agustus 2023, 17:57 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yakin integritas Komite Etik dan Komite Banding. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI Erick Thohir yakin keberadaan dua Komite Yudisial PSSI, yakni Komite Etik dan Komite Banding, bisa menangani setiap masalah yang muncul di sepak bola nasional.

Dia menilai figur-figur yang berada di dua komite di PSSI tersebut memiliki rekam jejak dan integritas yang sudah teruji. Sehingga mereka mampu bersikap tegas, transparan, serta mengacu pada keakuratan fakta dalam pengambilan keputusan.

"Berulang kali saya menekankan ingin membangun PSSI yang bersih dan tegas dalam pengambilan keputusan. Hal itu tak lain agar sepak bola yang kita cintai ini berubah ke arah yang jauh lebih baik. Apalagi sepak bola menjadi tumpuan hidup bagi banyak sektor, mulai dari pemain hingga ofisial klub, sehingga semua hal terkait dengan peraturan, hukum, atau sanksi harus benar-benar ditegakkan," ujar Erick Thohir dilansir situs resmi federasi.

Atas dasar itu, Erick berharap Komite Etik yang baru dibentuk pada 14 Agustus lalu menjunjung prinsip ketegasan dalam penerapan keputusan terhadap setiap pelanggaran yang terjadi di sepak bola nasional dengan terus berkomitmen dalam menegakkan statuta, kode etik, dan kode disiplin PSSI.

"Ini merupakan kepercayaan dan juga amanah agar dalam penerapan keputusan, terutama sanksi selalu bersandar pada statuta PSSI, Kode Etik PSSI, dan Kode Disiplin PSSI," tambahnya.

Erick Thohir menekankan hal serupa terhadap Komite Banding PSSI yang memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan protes atau keberatan terhadap keputusan dari Komite Disiplin dan Komite Etik yang belum dinyatakan final.

Dia berharap Komite Banding PSSI mampu mengemban amanah untuk bertindak lebih objektif dan transparan, sekaligus melakukan kajian yang lebih mendalam, terinci, dan keakuratan fakta untuk mengupayakan pertimbangan akan pemeriksaan ulang di setiap kasus yang terjadi di sepak bola nasional.

"Istilahnya, Komite Banding menjadi harapan bagi klub atau pemain. Oleh karena itu, keakuratan fakta menjadi kunci bagi komite ini dalam bekerja. Sudah tentu apapun hasilnya pasti tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun integritas harus dijaga, sekaligus menjadi pendengar yang baik dalam setiap usaha banding dari klub atau pemain agar semua pihak bisa menerimanya," jelas Erick Thohir.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya