Liputan6.com, Jakarta Manchester City gagal menambah koleksi trofinya jelang memasuki musim 2023/2024. The Citizens harus merelakan podium Community Shield usai ditaklukkan Arsenal lewat adu penalti pada Minggu (6/8/2023).
Skuad racikan Pep Guardiola sejatinya cukup mendominasi jalannya pertandingan di 15 menit awal. Kevin de Bruyne dan kawan-kawan juga berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-77 usai Cole Palmer mencatatkan nama di papan skor.
Advertisement
Sayangnya, dominasi Manchester City gagal dipertahankan hingga pengujung duel. Peluang The Citizens untuk menang buyar setelah Leandro Trossard mengonversi umpan Bukayo Saka, yang mengantar timnya mencetak skor penyeimbang 1-1 di menit 90+11.
Situasi ini lantas memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat algojo Arsenal, yang terdiri atas Martin Odegaard, Leandro Trossard, Bakayo Saka, dan Fabio Viero mampu menjalankan tugasnya dengan.
Sementara itu, dua eksekutor milik Man City, yakni Kevin de Bruyne dan Rodri malah gagal mengantar bola menemui jaring. Alhasil Arsenal dipastikan berhak mengangkat trofi Community Shield dengan skor akhir 4-1 (1-1).
Kekalahan tersebut sekaligus menandai kali ketiga Manchester City gagal menang di ajang Community Shield. Kendati begitu, juru taktik City Pep Guardiola nampaknya tak terlalu tertekan dengan kekalahan tim racikannya dari.
Pelatih berusia 53 tahun itu malah memberi komentar setelah ditaklukkan Arsenal. Ia juga tak ketinggalan menyombongkan gelar Liga Inggris yang dimenangkan skuadnya tiga musim berturut-turut.
"Kami kalah dalam tiga (Community Shield) berturut-turut! Akan tetapi, kami memenangkan Premier League," tutur Guardiola dalam konferensi pers selepas laga, seperti dilansir dari Mirror.
Manchester City Tampil Baik
Lebih lanjut, Pep Guardiola juga tak menyoroti kekurangan tertentu dalam laga The Citizens kontra Meriam London di Community Shield. Juru taktik berkepala plontos itu menilai anak-anak asuhnya tampil baik, terlepas dari hasil yang mereka peroleh di akhir laga.
"Tim (Manchester City) tampil luar biasa. Di babak kedua menit-menit akhir, para pemain di lini serang banyak menekan dan itu wajar," tutur Guardiola soal performa anak-anak asuhnya.
"Kami bukan NBA yang ketika selesai, mendapatkan waktu tiga bulan untuk pemulihan (recovery). Hal itu tidak terjadi di sini. Dalam musim yang baik maupun buruk, itu tidak terjadi."