Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp 564 Ribu

Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat (15/3/2013), stagnan di level Rp 564 ribu per gram.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Maret 2013, 08:58 WIB
Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat (15/3/2013), stagnan di level Rp 564 ribu per gram, seperti hari Kamis (14/3).

Harga itu hanya berlaku untuk emas berukuran 1 gram. Jika Anda membeli emas dengan ukuran lebih besar, harganya lebih murah.

Misalnya harga jual emas untuk ukuran 10 gram dibanderol dengan harga Rp 530 ribu atau setara Rp 5,3 juta. Sedangkan untuk ukuran terbesar yaitu 250 gram dipatok seharga Rp 525 ribu atau sekitar Rp 131,25 juta.

Sementara untuk harga pembelian kembali (buyback) emas bersertifikat Antam justru naik Rp 1.000  menjadi Rp 495 ribu per gram.

Hampir semua stok emas Antam masih tersedia, hanya ukuran 2,5 gram yang sudah laku terjual. Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam pukul 08:05 WIB :

* Pecahan 1 gram Rp 564.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.675.000
* Pecahan 10 gram Rp 5.300.000
* Pecahan 25 gram Rp 13.175.000
* Pecahan 50 gram Rp 26.300.000
* Pecahan 100 gram Rp 52.550.000
* Pecahan 250 gram Rp 131.250.000
 
Sedikit berbeda, harga emas naik tipis karena laporan data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang sedikit memulihkan pembelian logam mulia ini.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$ 1.588,46 per troy ounce. Harga emas di Comex Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April naik US$ 2,30 menjadi US$ 1.590,70 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 20% di bawah harga rata-rata selama 250 hari.

Keuntungan harga logam sedikit tertutupi tanda-tanda penguatan pasar tenaga kerja AS yang menurunkan pengajuan baru tunjangan pengangguran untuk minggu ketiga berturut-turut.

"Investor sekarang lebih peduli tentang kinerja ekuitas dan tidak membeli aset defensif seperti emas yang mereka lihat tidak beresiko, "kata Den Denbow, Manajer Portofolio USAA Precious Metals dan Mineral seperti dilansir Reuters.
 
Emas gagal memecahkan harga batas atas US$ 1.600 per troy ounce, setelah mencoba beberapa pekan ini, karena laju Wall Street melemahkan bullion permintaan.

Namun, menurut Denbow, emas harus meraih keuntungan dari kekhawatiran yang sedang berlangsung, termasuk perihal defisit anggaran AS, plafon utang dan masalah fiskal di Eropa.

Data pengangguran memberikan penguatan terhadap sektor pekerjaan dan manufaktur AS, yang telah meningkatkan kemungkinan Federal Reserve menghentikan program pembelian obligasi lebih awal, menurut para analis.(Nur)


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya