Indonesia & Timor Leste Perpanjang Kerjasama Kesehatan

Menteri Kesehatan Indonesia, Dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH melakukan perpanjangan memorandum saling pengertian kerjasama dalam bidang kesehatan dengan Menteri Kesehatan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Dr. Sergio G.C. Lobo, SpB.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Maret 2013, 18:59 WIB
Menteri Kesehatan Indonesia, Dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH melakukan perpanjangan memorandum saling pengertian kerjasama dalam bidang kesehatan dengan Menteri Kesehatan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Dr. Sergio G.C. Lobo, SpB. Perpanjangan tersebut ditandatangani pada Senin 11 Maret 2013 di Jakarta.

Kerjasama yang sebelumnya sudah dijalin sejak tiga tahun lalu, atau tepatnya tanggal 25 Maret 2010 ini adalah bentuk persahabatan antar pemerintah dan rakyat kedua Negara.

"Perpanjangan memorandum kesehatan juga merupakan langkah kongkrit untuk menguatkan persahabatan antar pemerintah serta rakyat kedua Negara dan berkontribusi dalam pelaksanaan rekomendasi laporan akhir komisi kebenaran dan persahabatan," ujar Nafsiah Mboi, seperti yang dikutip dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Kamis (14/3/2013).

Dalam sambutannya Nafsiah menyampaikan kalau perpanjangan memorandum ini akan menjadi landasan kerjasama di sektor kesehatan yang bermakna bagi kedua Negara, baik masa kini dan masa yang akan mendatang.

"Indonesia berharap memorandum ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi kedua Negara untuk mengatasi permasalahan kesehatan khususnya di perbatasan dan masalah kesehatan lainnya yang menjadi isu regional dan global," lanjut Nafsiah.

Sebelumnya kerjasama antara kedua negara ini dinilai sudah cukup baik mengenai rujukan pasien dari Hospital National Guido Valadares (HNGV) Dili dengan Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Rumah Sakit Soetomo Surabaya, Rumah Sakit Darmo Surabaya serta Rumah Sakit Husada Utama Surabaya yang hingga saat ini secara rutin telah menerima pasien rujukan dari Rumah Sakit Nasional Dili.

Sementara itu, Sergio dalam sambutannya menyampaikan kalau kerjasama yang telah terjalin antara Menkes RI dengan Menkes RDTL sudah terjalin baik.

"Kerjasama ini sudah terjalin baik mengenai rujukan pasien dari Hospital National Guido Valadares (HNGV) Dili, dengan RS di Bali dan RS di Surabaya. Sekitar lebih dari 1600 pasien yang dirujuk ke Indonesia, tingkat keberhasilannya mencapai 94%," jelas Sergio.

Pihak pemerintah Timor Leste juga berharap kalau kerjasama ini bisa mempererat kerjasama antar kedua negara dan diharapkan juga  kedua Negara dapat bekerja lebih baik lagi. (Fit/Igw)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya