Kembangkan Sepak Bola Putri, Ratusan Guru Ikuti Coaching Clinic

Sebagai bentuk pembinaan dan pengembangan sepak bola putri, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife menggelar coaching clinic yang diikuti ratusan guru di Kudus, Jawa Tengah.

oleh Bogi TriyadiDiperbarui 22 Juli 2023, 19:46 WIB
Coach Timo Scheunemann, pelatih berlisensi UEFA A, berbagi pangalaman dan materi sepak bola kepada ratusan guru dalam coaching clinic di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (22/7/2023). Mater itu antara lain seputar penguasaan bola atau ball mastery, dribbling, passing, taktik menyerang dan bertahan, hingga program latihan sesuai standar sekolah sepak bola atau SSB. (foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Sebagai bentuk pembinaan dan pengembangan sepak bola putri di Tanah Air, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bakal rutin menggelar dua kegiatan. Kedua kegiatan itu ialah pelatihan serta turnamen bertajuk MilkLife Coaching Clinic dan MilkLife Soccer Challenge.

Kedua rangkaian kegiatan ini bertujuan memasalkan sepak bola putri dan membangkitkan semangat sekaligus kecintaan berolahraga yang dimulai dari grassroot atau akar rumput.

MilkLife Coaching Clinic merupakan pelatihan untuk guru olahraga sekolah dasar. Ini menjadi langkah awal agar para pendidik memiliki pemahaman dan kemampuan dasar tentang sepak bola putri.

Usai mengikuti coaching clinic, para guru akan kembali ke sekolahnya dan membentuk tim sepak bola putri kategori usia U-10 dan U-12. Selanjutnya tim tersebut bakal berlaga di MilkLife Soccer Challenge yang dihelat tiga hingga empat kali dalam setahun di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah.

Pada gelombang 1, 2, dan 3, tak kurang dari 50 Madrasah Ibtidaiyah mengikuti pelatihan di Supersoccer Arena mulai Mei hingga Juli 2023. Sebanyak 50 guru sangat antusias mengikuti pelatihan yang dipandu oleh Coach Timo Scheunemann.

Pelatihan ini juga diikuti 61 guru sekolah dasar negeri maupun swasta. Sehingga total tenaga pendidik yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 111 orang.

Selain itu, 16 pelatih sekolah sepak bola di Kudus dan 29 mantan pesepak bola juga diikutsertakan. Ini untuk mengantisipasi jika ada sekolah yang akan berlaga pada MilkLife Soccer Challenge pada Agustus dan September 2023, namun tidak memiliki guru olahraga.

 

 

 

 

 

 

 


Berbagi Pengalaman dan Materi Sepak Bola

Pelatih berlisensi UEFA A Coach Timo Scheunemann memberikan materi seputar penguasaan bola atau ball mastery, dribbling, passing, taktik menyerang dan bertahan, hingga program latihan sesuai standar sekolah sepak bola kepada ratusan guru di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (22/7/2023). (foto: istimewa)

Dalam coaching clinic, Coach Timo Scheunemann berbagi pengalaman dan materi. Antara lain seputar penguasaan bola atau ball mastery, dribbling, passing, taktik menyerang dan bertahan, hingga program latihan sesuai standar sekolah sepak bola (SSB).

"Melalui MilkLife Coaching Clinic, kami berharap agar para guru dapat memahami dan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari selama sepekan kepada anak didiknya. Sehingga para siswi yang tergabung dalam tim nantinya sudah memiliki teknik dasar dalam bermain sepak bola," kata pelatih berlisensi UEFA A tersebut.

Lanjut Baca:

"Selain penguasaan teknik, yang terpenting adalah anak-anak merasa fun ketika menjalani latihan maupun bertanding. Sehingga nantinya mereka akan mencintai sepak bola dan akan menekuninya." Salah satu materi teknik dasar yang wajib dikuasai adalah ball mastery. Pada materi ini, Coach Timo membagi dalam dua tingkatan, yakni variasi mudah dan sulit. Tahapan dimulai dari penguasaan bola secara perlahan, peningkatan kecepatan, hingga tanpa melihat yang menuntut fokus individu sebagai starting point dan dribbling dengan berbagai sisi kaki kiri dan kanan. "Sedangkan untuk teknik dribbling dan passing saya membagi dalam tiga aspek, yaitu teknik, taktik, dan fisik. Pada teknik yang terpenting adalah keaktifan kaki dalam mengontrol bola," papar Timo. "Sementara untuk taktik menyerang dan bertahan, yang dititikberatkan ialah respons pemain pada sebuah tim dalam menentukan kapan waktu untuk menyerang atau bertahan. Pelatihan ini merupakan awal pembinaan yang digagas Djarum Foundation dan MilkLife untuk membangun pondasi para calon atlet sepak bola putri sejak dini."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya