Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia dipaksa mengakui keunggulan Argentina ketika berhadapan dalam pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (19/6/2023) malam WIB. Timnas Garuda harus takluk 0-2 dari skuad besutan Lionel Scaloni dalam laga yang masuk pada agenda FIFA Matchday tersebut.
Kekalahan ini tentu akan berpengaruh pada posisi peringkat Indonesia papan ranking FIFA. Namun seperti apa sebenarnya cara penghitungan poin di dalam sistem ranking FIFA?
Advertisement
Sejak diciptakan pada Desember 1992, ranking FIFA telah mengalami sejumlah perubahan metode penghitungan menyusul banyaknya kritik yang diberikan.
Rumus yang paling pertama digunakan selama periode Desember 1992 hingga Desember 1998, dirancang oleh dua dosen Swiss dari Universitas Zurich (Markus Lamprecht dan Dr. Hanspeter Stam.)
Rumus ini adalah yang paling sederhana jika dibandingkan dengan versi-versi berikutnya, tetapi masih membutuhkan perhitungan yang rumit.
Konsep utamanya adalah memberikan poin untuk pertandingan yang dimainkan antara semua tim nasional A yang berafiliasi dengan FIFA, berdasarkan hasil mereka selama delapan tahun terakhir dalam pertandingan yang diakui FIFA.
· 3 poin untuk hasil menang
· 1 poin untuk hasil imbang
· 0 poin untuk hasil kalah
Pertandingan yang diakui FIFA tetapi tidak termasuk dalam penghitungan adalah tim B, tim C, tim liga XI, tim wanita, U-17, U-20, U-23 dan tim futsal.
Faktor-Faktor yang Masuk Dalam Penghitungan
1. Poin untuk menang, seri, atau kalah: Faktor kompensasi untuk kekuatan relatif dari dua tim yang terlibat dimasukkan. Sehingga, kemenangan tim dengan peringkat lebih rendah atas tim dengan peringkat lebih tinggi akan diberikan jumlah poin kemenangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemenangan tim berperingkat lebih tinggi atas tim berperingkat lebih rendah.
2. Poin untuk gol yang dicetak atau kebobolan: Gol diberikan jumlah poin yang sama baik dicetak dalam waktu biasa atau perpanjangan waktu. Namun, tidak ada poin yang diberikan dari gol yang dicetak atau kebobolan dalam adu penalti. Gol yang dicetak oleh tim berperingkat lebih tinggi melawan tim berperingkat lebih rendah juga diberikan poin yang lebih sedikit dibandingkan dengan gol yang dicetak oleh tim berperingkat lebih rendah melawan tim berperingkat lebih tinggi.