Raih Hasil Buruk di Tur Asia Tenggara, Apriyani Rahayu Curhat soal Tekanan dan Tanggung Jawab Menuju Olimpiade Paris 2024

Pemain ganda putri bulu tangkis Indonesia Apriyani Rahayu mencurahkan isi hatinya soal rentetan hasil kurang memuaskan yang didapat dalam tur Asia Tenggara baru-baru ini. Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu mengaku sempat tertekan akibat terlalu fokus memikirkan kualifikasi menuju Olimpiade Paris 2024.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 14 Juni 2023, 18:30 WIB
Apriyani Rahayu/Siti Fadia saat tampil di ajang Indonesia Open 2023 yang menjadi salah sat pertandingan race to Olympic jelang Olimpiade Paris 2024. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Pemain ganda putri bulu tangkis Indonesia Apriyani Rahayu mencurahkan isi hatinya soal rentetan hasil kurang memuaskan yang didapat dalam tur Asia Tenggara baru-baru ini.

Seperti diketahui, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti memang belum mampu mencetak gelar baru, meski sempat tampil impresif di awal kemunculannya. Pasangan peringkat enam dunia itu hanya mampu tembus ke babak perempat final Malaysia Masters 2023.

Mereka juga terhenti di babak 16 besar Thailand Open 2023. Sementara itu dalam Singapore Open 2023, Apri/Fadia juga langsung kandas di putaran kedua usai ditaklukkan oleh pasangan Jepang Rin Iwanaga/Kie Nakanishi dengan rubber game 19-21, 21-19, dan 15-21.

Apri sendiri tak menutup mata pada fakta ini. Ia menyadari bahwa performa ia dan Fadia belum sesuai harapan di sejumlah turnamen terakhir. Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu pun mengungkap alasan di balik menurunnya progres performa mereka.

Apri mengakui dirinya sempat merasa tertekan lantaran sudah mulai memasuki periode race to Olympic, yakni saat-saat pengumpulan poin untuk menentukan penggawa yang berhak tampil di Olimpiade Paris 2024.

"Apri dan Fadia di tahun ini memang harus membesarkan hati kami karena dari tur Asia ini kan tidak ada yang bagus hasilnya. Mungkin kalau apri, waktu pada saat sama Kak Greysia (Polii) itu tidak ada pemikiran untuk, 'wah ini mau race to olympic', jadi mungkin tidak terlalu fokus ke situ," tutur Apri.

"Nah yang jadi permasalahan dari diriku sendiri adalah menjadikan itu (race to Olympic) sebagai tanggung jawab besar yang terlalu berlebihan. Jadi tanpa sadar itu menjadi beban buat saya," sambungnya dalam konferensi pers pasca pertandingan Indonesia Open 2023 di Istora Senayan, Rabu (14/6/2023).


Belum Pernah Bahas Masalah dengan Pelatih dan Tandem

Ganda putri buu tangkis Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Lebih lanjut, Apriyani Rahayu menyebut dirinya hingga kini belum pernah membahas tekanan yang ia rasakan dengan pelatih dan tandem. Alasannya, ia tak ingin Fadia yang menjadi tandemnya turut merasakan hal yang sama.

Walau demikian, Apri menegaskan ia sudah mencoba menyelesaikan persoalan tersebut dari diri sendiri. Ia pun berkomitmen tak ingin terlalu banyak berpikir soal Olimpiade, dan hanya mencoba memainkan pertandingan demi pertandingan secara maksimal.

Lanjut Baca:

"Setelah di Singapura kemarin, saya mencoba untuk me-release itu semua. saya tidak bicara dengan Fadia, saya juga tidak bicara dengan pelatih (soal masalah ini)," beber Apri. "Saya tidak bicara dengan Fadia karena ini race to olympic yang memang buat dia tidak usah terlalu dipikirkan. Jadi mati-matian saja, pokoknya kita mau juara, tidak perlu memikirkan race to olympic masuk atau tidak." "Apri yang (berusaha) me-release itu semua, pada akhirnya (berpikir bahwa) kayaknya kalau begini terus tidak akan baik, untuk diri saya, untuk performa saya, dan pasti akan terbentur dengan Fadia juga karena dia partner saya," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya