Ribuan Arsip Penting Mahasiswa Hancur Lebur dalam Kerusuhan di Senegal

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 12 Juni 2023, 13:05 WIB
Ribuan arsip mahasiswa dihancurkan dalam kerusuhan di Senegal
Satu minggu setelah berakhirnya kerusuhan mematikan yang mengguncang Senegal, negara itu masih menghitung kerugiannya. Puluhan ribu arsip mahasiswa yang berasal dari tahun 1957 dibakar selama protes yang pecah pada 01 Juni 2023 setelah pemimpin oposisi Ousmane Sonko dijatuhi hukuman dua tahun penjara.
Mahasiswa pengarsipan dan dokumentasi menyaring dokumen yang terbakar di Universitas Cheikh Anta Diop di Dakar pada 09 Juni 2023 dalam upaya untuk menyelamatkannya. (JOHN WESSELS / AFP)
Arsip-arsip penting yang berisi ribuan dokumen mahasiswa dan staf dihancurkan dalam kebakaran yang dilakukan oleh para pemrotes pekan lalu di Universitas Cheikh Anta Diop (UCAD) Dakar, Senegal, kata seorang pejabat akademik pada hari Sabtu. (JOHN WESSELS / AFP)
Protes dengan kekerasan meletus di ibukota Dakar dan kota-kota lain setelah pemimpin oposisi Ousmane Sonko dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada tanggal 1 Juni. (JOHN WESSELS / AFP)
Sekolah berubah menjadi medan perang di mana sekelompok pemuda melempari polisi dengan batu. Polisi merespons dengan menggunakan gas air mata. (JOHN WESSELS / AFP)
Sebuah gedung yang menyimpan arsip dibakar dan beberapa kendaraan dari universitas dibakar. (JOHN WESSELS / AFP)
Arsip tersebut sebagian besar adalah catatan sekolah siswa seperti formulir pendaftaran, foto, akte kelahiran dan disertasi, yang berpotensi mempersulit untuk mengautentikasi gelar alumni universitas, kata Abdourakhmane Kounta, seorang pengarsip di Fakultas Seni, kepada wartawan. (JOHN WESSELS / AFP)
Yang paling terdampak adalah Fakultas Kedokteran dan Fakultas Sastra dan Ilmu Pengetahuan Manusia. (JOHN WESSELS / AFP)
Dokumen staf, dosen, peneliti dan administrator, serta arsip mantan mahasiswa juga hancur, katanya. (JOHN WESSELS / AFP)
Kounta percaya bahwa para demonstran mahasiswa sengaja membakar arsip-arsip tersebut yang berasal dari tahun 1957-2010. (JOHN WESSELS / AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya