Otak David Ozora Berputar dan Semua Saraf Putus akibat Trauma Keras, Disebut Tak Bisa Pulih Seperti Dulu

Jonathan Latumahina menyebut David Ozora didiagnosis mengalami Diffuse Axonal Injury stadium 2 akibat trauma keras di kepala yang bikin otaknya berputar.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 04 April 2023, 11:50 WIB
Jonathan Latumahina menyebut David Ozora didiagnosis mengalami Diffuse Axonal Injury stadium 2 akibat trauma keras di kepala yang bikin otaknya berputar. (Foto: Dok. Twitter @seeksixsuck)

Liputan6.com, Jakarta Jonathan Latumahina membeberkan penjelasan terkait kondisi David Ozora yang ia terima dari tim dokter Rumah Sakit Mayapada Kuningan Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023).

David Ozora didiagnosis mengalami Diffuse Axonal Injury stadium 2. Penyebabnya trauma keras pada kepala korban Mario Dandy yang membuat otaknya berputar.

“David ini mengalami Diffuse Axonal Injury stage 2. Penyebabnya adalah trauma keras yang menyebabkan otaknya berputar dan saraf-sarafnya putus semua,” kata Jonathan Latumahina kepada jurnalis.

Secara medis, David Ozora dinyatakan koma dari Senin, 20 Februari 2023, sampai hari Senin selanjutnya. Dengan kata lain, penganiayaan brutal membuatnya koma selama 8 hari.


Koma Atau Tidak?

Jonathan Latumahina menyebut kondisi fisik David Ozora masih rentan. Jumat (31/3/2023) korban Mario Dandy itu demam tinggi 38,4 derajat Celsius.

“Perlu teman-teman wartawan ketahui juga bahwa untuk menyatakan koma atau tidak, itu rumah sakit punya skala namanya Glasgow Coma Scale. Orang sadar itu skalanya 15, David ketika masuk itu (skalanya) 3,” urainya.

Penjelasan medis ini kami lansir dari video jumpa pers setelah sidang AG pacar Mario Dandy, yang diunggah akun Twitter Amrudin Nejad, Senin (3/4/2023), lalu dicuit ulang Jonathan Latumahina.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tak Mampu Seperti Semula

Tersangka Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas menjalani rekonstruksi penganiayaan David Ozora di Perumahan Green Permata, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dalam kesempatan yang sama, ia membeberkan vonis pahit dari tim medis, bahwa kondisi David Ozora tak akan bisa pulih seperti semula. Mendengar ini, pihak keluarga mencoba tegar.

“Dokter menyatakan ini tidak akan mampu seperti semula. Tidak. Komunikasinya juga masih satu arah, kita harus masih menebak-nebak. Asesmen dokter menyampaikan butuh 6 bulan sampai 1 tahun,” Jonathan Latumahina menyambung.

 


Tak Bisa Sekolah Lagi

Tersangka Mario Dandy Satriyo bereaksi saat menjalani rekonstruksi penganiayaan David Ozora di Perumahan Green Permata, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dengan kondisi seperti ini, hampir dapat dipastikan David Ozora tak akan bisa sekolah lagi. Jonathan Latumahina mencoba legawa menerima hasil analisis tim medis soal kesehatan anaknya.

“Jadi memang benar dia enggak akan bisa sekolah lagi untuk sampai batas waktu yang kita belum tahu. Kemudian juga untuk terapi-terapi yang dilakukan saat ini sangat ketat sehingga David masih tetap di ICU,” ia mengakhiri.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya