David Ozora Tak Bisa Sekolah Lagi Akibat Otaknya Trauma Berat Setelah Dianiaya Mario Dandy

Jonathan Latumahina mengklarifikasi kondisi David Ozora yang disebut tidak bisa sekolah lagi karena telah 43 hari dirawat intensif di ruang ICU rumah sakit.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 04 April 2023, 10:46 WIB
Jonathan Latumahina mengklarifikasi kondisi David Ozora yang disebut tidak bisa sekolah lagi karena telah 43 hari dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit. (Foto: Dok. Twitter @seeksixsuck)

Liputan6.com, Jakarta Jonathan Latumahina mengklarifikasi kondisi anaknya, David Ozora yang disebut tidak akan bisa sekolah lagi. Otaknya trauma berat dan hingga kini masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada Kuningan Jakarta.

Ia membenarkan David Ozora tidak bisa sekolah lagi. Akibat trauma di otak, kesadarannya belum pulih 100 persen. Untuk merespons perintah simpel seperti tersenyum, korban Mario Dandy ini butuh waktu lama.

Potongan video pernyataan Jonathan Latumahina ini diunggah akun Instagram @berita_gosip, Selasa (4/4/2023), dan bikin netizen terenyuh. David Ozora akan menjalani terapi dengan protokol ketat.

“Dokter menyampaikan butuh 6 bulan sampai 1 tahun. Jadi memang benar dia enggak akan bisa sekolah lagi untuk sampai batas waktu yang kita belum tahu,” Jonathan Latumahina menerangkan.


David Masih Tetap di ICU

Jonathan Latumahina menulis pesan terbuka untuk David Ozora seraya menyindir kubu Mario Dandy yang belakangans sering mewek di depan kamera. (Foto: Dok. Twitter @JS_Khairen)

“Kemudian juga untuk terapi-terapi yang dilakukan saat ini sangat ketat sehingga David masih tetap di ICU. Karena kemarin Jumat ia sempat panas sampai 38,4,” ia menyambung.

Jonathan Latumahina membenarkan, kondisi David Ozora masih jauh dari kata stabil. Ia menggarisbawahi pasien Diffuse Axonal Injury seperti David Ozora akan mengalami kondisi seperti ini cukup lama.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Diffuse Axonal Injury

Pengacara Jonathan Latumahina menyebut suara David Ozora hilang akibat lubang trakeastomi di leher. Selama di ruang ICU ia hanya bisa menangis dan teriak. (Foto: Dok. Twitter @MellisA_An)

“Nah, hal ini akan terus terjadi untuk pasien yang terkena Diffuse Axonal Injury,” urai Jonathan Latumahina. Sang ayah bertekad mengawal David Ozora hingga mencapai fase terbaiknya.

Memasuki hari ke-43, tim dokter Rumah Sakit Mayapada menerapkan dua terapi untuk memperbaiki kondisi David Ozora. Pertama, terapi kesadaran kualitatif, yang terkait dengan kognitif, sistem otak bekerja, dan lain-lain.


Terapi Kesadaran Kuantitatif

David Ozora mengalami Diffuse Axonal Injury akibat penganiayaan berat dengan tersangka Mario Dandy Satriyo. Ia berpotensi cacat permanen. (Foto: Twitter @seeksixsuck)

“Kemudian yang kedua adalah kesehatan kesadaran kuantitatif atau boleh disebut dengan motorik,” ia mengakhiri seraya tak henti meminta doa masyarakat Indonesia.

Jonathan Latumahina mendatangi sidang tertutup AG pacar Mario Dandy yang ditetapkan sebagai pelaku atau Anak Berkonflik dengan Hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pekan ini.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya