Kabar Buruk Bagi Indonesia, Argentina Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Argentina tertarik menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 menggantikan posisi Indonesia yang berpolemik soal kehadiran Israel.

oleh ThomasDiperbarui 27 Maret 2023, 06:33 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan sambutan saat launching merchandise resmi Piala Dunia U-20 2023 di Atrium Mall FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Rabu (08/03/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta- Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia semakin di ujung tanduk. Adanya penolakan terhadap salah satu tim peserta, Israel, membuat FIFA telah membatalkan undian Piala Dunia U-20 2023 yang seharusnya berlangsung 31 Maret nanti di Bali.

FIFA memutuskan membatalkan undian pada Sabtu (25/3/2024). Langkah ini diambil setelah semakin panasnya gelombang penolakan kehadiran timnas U-20 Israel di Indonesia. Tak cuma ormas dan partai politik, dua gubernur (Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster) yang menjadi lokasi penyelenggaraan telah menyatakan tidak mau menerima Israel.

Dibatalkannya undian membuat kelanjutan pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 menyisakan tanda tanya besar. Muncul kekhawatiran bila aksi penolakan terus berlanjut, FIFA bisa memindahkan lokasi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dari Indonesia.

Posisi Indonesia semakin terjepit. Sudah ada negara yang mengajukan diri sebagai pengganti kepada FIFA. TyC Sports pada Senin (27/3/2023) dini hari melaporkan Argentina menawarkan diri kepada FIFA untuk menggantikan Indonesia.

Argentina sendiri sebenarnya tidak lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2023. Mereka kalah bersaing degan Brasil, Kolombia, Ekuador dan Uruguay yang menjadi wakil zona CONMEBOL di Piala Dunia U-20 2023.

Dengan menjadi tuan rumah, Argentina mengincar tiket gratis menggantikan posisi Indonesia sebagai salah satu peserta putaran final Piala Dunia U-20 2023.

FIFA sendiri hingga saat ini masih menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 meski undian sudah dibatalkan.

 


Gara-Gara Gubernur Bali

Maskot Piala Dunia U-20, Bacuya (Badak Cula Cahaya) saat Hitung Mundur 100 Hari Menuju Piala Dunia U-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (9/2/2022). Piala Dunia U-20 2023 akan digelar di Indonesia mulai 20 Mei hingga 11 Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PSSI menduga keputusan FIFA membatalkan undian Piala Dunia U-20 2023 diambil karena sikap pemerintah setempat.

“Kemarin (Sabtu) kami sudah dapat informasi dari FIFA ke LOC (panitia lokal). Dalam pemberitahuan belum ada surat resmi, tapi sudah jelas bahwa drawing Piala Dunia U-20 2023 telah dibatalkan FIFA. Keputusan berasal dari mereka," kata anggota Komite Eksekutrif PSSI Arya Sinulingga pada jumpa pers, Minggu (26/3/2023).

"Ini kami maklumi karena Gubernur Bali yang menolak kedatangan Israel di mana mereka tidak diperbolehkan mengikuti drawing. Sehingga mungkin hal ini menjadi dasar keputusan membatalkan pelaksanaan drawing,” terang Arya.

Lanjut Baca:

Menurut Arya, surat Gubernur Bali I Wayan Koster ke Menpora yang beredar luas diduga menjadi dasar keputusan FIFA. “Gubernur Bali telah meneken government guarantee, bersepakat dan setuju saat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dan sekarang mereka menolak. Wajar kalau FIFA akhirnya memutuskan membatalkan drawing di sana,” ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya