Bola Ganjil: Kartu Merah untuk Kiper Picu Perang di Laga Persahabatan

Uruguay menjamu Ekuador di Estadio Centenario, Montevideo, 4 Januari 1977. Laga sepak bola ini hanya berstatus persahabatan. Namun apa yang terjadi di lapangan jauh dari kata damai. Di sini kedua belah pihak patut menyalahkan wasit Hector Rodriguez.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 13 Maret 2023, 00:30 WIB
Kiper Newcastle United, Nick Pope, mendapat kartu merah saat melawan Liverpool pada laga pekan ke-24 Premier League 2022/2023 di St James' Park, Minggu (19/2/2023). Banyak penjaga gawang selain Pope yang juga diusir wasit. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Uruguay menjamu Ekuador di Estadio Centenario, Montevideo, 4 Januari 1977. Laga sepak bola ini hanya berstatus persahabatan.

Namun apa yang terjadi di lapangan jauh dari kata damai. Di sini kedua belah pihak patut menyalahkan wasit Hector Rodriguez.

Berasal dari Uruguay, Rodriguez memperlihatkan keberpihakannya terhadap tuan rumah melalui keputusan kontroversial tidak lama selepas jeda. Dengan Uruguay tertinggal gol Angel Liciardi, Rodriguez mengusir kiper Ekuador Carlos Delgado karena dianggap membuang-buang waktu.

Bola Ganjil sebelumnya sudah menceritakan beberapa kisah para penjaga gawang yang juga mendapat kartu merah karena bertindak tidak sportif. Namun keputusan Rodriguez tetap terasa berlebihan. Pasalnya, dia mengeluarkan Delgado saat pertandingan baru berusia 50 menit.

Keputusan tersebut jelas membuat Ekuador kesal. Apalagi Uruguay menyamakan kedudukan melalui Fernando Morena tidak lama berselang.

Rodriguez sendiri tidak berhenti sampai di situ. Dia mengganjar tiga pemain Ekuador kartu merah. Eduardo Garcia, Luis Augusto Granda, dan Jose Villafuerte diusir karena melakukan protes berlebihan.

Hukuman ini pada akhirnya membuat Ekuador kehilangan kesabaran. Pemain dan staf melakukan protes yang berujung kericuhan. Pertandingan pun tidak selesai.


Kartu Merah di Adu Penalti

BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Bola Ganjil sebelumnya menceritakan kisah para kiper yang justru mendapat kartu merah di adu penalti. Padahal peran mereka di fase tersebut lebih penting dari biasanya.

Modiri Marumo jadi salah satu nama yang masuk daftar. Dia tengah membela Botswana pada perempat final COSAFA Cup melawan Malawi di 2003. Laga berakhir 1-1 selama 120 menit. Marumo pun jadi andalan sebelum melakukan tindakan bodoh.

Posisi Botswana saat itu sedang tertekan karena tertinggal. Marumo berusaha melancarkan perang psikologis menghadapi eksekutor ketiga dan membuang-buang waktu. Namun, wasit tidak menolelir aksi itu dan mengganjarnya kartu kuning.

Aksi Marumo nyatanya sia-sia karena Philip Nyasulu tidak terpengaruh dan tetap memasukkan bola. Marumo tambah kesal karena Nyasulu justru coba menghibur dengan menepuk pundaknya.

Kiper yang menghabiskan mayoritas karier bersama Botswana Defence Force itu gagal menjaga emosi dan melepas bogem mentah ke wajah lawan. Marumo akhirnya mendapat kartu merah dan Botswana takluk 1-4.

Lanjut Baca:

"Reaksi saya berlebihan," aku Marumo menyikapi insiden itu, dilansir Guardian. "Perilaku itu tidak hanya membuat saya malu, tapi juga klub. Semoga permintaan maaf saya diterima dan saya terus berkomitmen membela negara." Marumo membayar kesalahan dengan memperkuat timnas hingga 2015. Dia sempat pensiun pada Februari 2012 sebelum menjawab kembali panggilan tugas di bulan Juli tahun yang sama. Marumo total mengantongi 85 caps bersama Botswana.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya