Skenario film biasanya belum disiapkan. Yang terjadi bisa saja berbentuk sebuah film komedi atau drama. Dimana aksi-aksi teror berbentuk ancaman di depan gawang bakal mempercepat degup jantung pemirsa. Di film "El Clasico" nanti bakal terlihat aksi akrobatik, perilaku baik, buruk, terjatuh, saling kejar, spesial effect, eksekusi dan yang lainnya.
Pemenang laga ini ibarat pemenang Oscar di sepak bola Spanyol. Tito Vilanova diwakili oleh Jordi Roura di acara gala tersebut. Sedangkan Jose Mourinho menjadi nominator "sutradara" terbaik. Roura bakal menyuruh pasukannya untuk menyerang. Sedangkan Mourinho dan pasukannya tentu tidak diam saja. Mourinho bahkan ingin mengenang salah satu kemenangan favoritnya di Camp Nou saat masih melatih Inter. Berikut Marca menggambarkan persaingan-persaingan di El Clasico:
Aktor: "Anak Emas" vs Terminator
Messi dan Ronaldo bakal bertarung memperebutkan Piala Oscar untuk aktor terbaik. Messi agak mengecewakan ketika melawan Milan, tapi dia bakal kembali muncul sebagai penyelamat atau Messiah. Sedangkan Ronaldo sebagai terminator bakal memimpin penyerangan pasukannya. Targetnya tentu untuk menembus pertahanan musuh.
Pria asal La Manca vs Wizard of Oz
Nominator aktor pembantu terbaik bakal dihuni Iniesta dan Mesut Oezil. Iniesta, pria asal La Manca bakal menjadi aktor dalam menembus pertahanan Madrid lewat tarian "dribbling bola. Sedangkan Oezil siap sesekali menyentak lewat umpan-umpannya.
Peran Pembantu: "Pangeran Kecil" vs "The Alchemist"
XavBi alias Xavi dan Xabi Alonso tak bisa dinafikkan perannya di El Clasico. Mereka juga pantas untuk menjadi nominasi peran pembantu terbaik. Xavi, si pangeran kecil, kerap menjadi otak penyerangan Barcelona. Sedangkan Xabi, Si Alchemist juga punya ide jelas kemana bola diarahkan. Sesekali dia