Para Pengusaha Termasuk dari Perusahaan Pertambangan Sambut Positif Program Hilirisasi oleh Pemerintah

Perusahaan Pertambangan Ceria Nugraha Indotama menyambut positif harapan Presiden Jokowi agar penerusnya tetap melanjutkan program hilirisasi di segala bidang demi kemajuan bangsa.

oleh Surya HadiansyahDiperbarui 08 Maret 2023, 10:05 WIB
Ilustrasi pekerja tambang (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Harapan Presiden Joko Widodo agar penerusnya kelak tetap melanjutkan program hilirisasi di segala bidang demi kemajuan bangsa disambut baik oleh para pengusaha.

Penegasan yang disampaikan oleh Presiden RI pada Minggu (26/2/2023) di Semarang, Jawa Tengah, memberikan penguatan agar semangat hilirisasi terus dilakukan dan tidak berhenti ketika pemerintahan berganti pada 2024 mendatang.

“Kami (pengusaha) berharap pesan Presiden kepada penerusnya dalam kegiatan di Semarang kemarin dapat diwujudkan karena investasi untuk hilirisasi di pertambangan merupakan investasi jangka panjang. Oleh karenanya, stabilitas kebijakan sangat kami butuhkan,” kata Direktur Utama PT. Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata, ketika ditanya wartawan pada Senin (27/2/2023).

“Hilirisasi terutama di sektor pertambangan seperti yang dilakukan Ceria, memberikan kontribusi lebih besar kepada negara. Ceria yang berfokus di tambang nikel, melaksanakan program hilirisasi dengan memanfaatkan energi terbarukan,” ujar Derian.

 


Mengapresiasi Ketegasan Presiden

Ilustrasi Pekerja Tambang 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Selain itu, Derian juga mengapresiasi ketegasan Presiden yang akan memperluas program ini bukan hanya di pertambangan tetapi juga ke sektor lainnya.

“Komitmen pemerintah untuk terus melakukan hilirisasi tidak hanya di pertambangan perlu diapresiasi dan didukung oleh seluruh stakeholders agar kekayaan bangsa ternikmati oleh rakyat Indonesia” tambah Derian.

Ceria sebagai salah satu perusahaan lokal Indonesia yang bergerak di sektor pertambangan khususnya nikel, telah memulai pembangunan smelter nikel di Sulawesi Tenggara.

Smelter yang dibangun Ceria di bawah pimpinan Derian Sakmiwata dan Cherisha Sakmiwata rencananya memiliki empat line dengan total produksi ditargetkan mencapai 252.000 ton ferronickel (FeNi) dengan kadar nikel 22 persen.

 

 


Teknologi Smelter Ceria

Smelter Ceria menggunakan teknologi terkini Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang diyakini memiliki efisiensi yang tinggi dan umur produksi yang lebih panjang.

Selain smelter dengan teknologi RKEF ini, dalam waktu dekat Ceria juga akan membangun pengolahan bijih nikel dengan metode pelindian dan mengadaptasi teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) dalam 2 tahap. Masing-masing kapasitas setiap tahap adalah 156.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) setiap tahunnya dengan 62,400 ton nikel dan sekitar 6.200 ton cobalt.

Lanjut Baca:

Dengan demikian, total produksi MHP setelah semua tahapan selesai dibangun akan mencapai 312.000 ton MHP per tahunnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya