Gempar, Presiden PSG Terseret Kasus Dugaan Penculikan

Presiden Paris Saint-Germain atau PSG terlibat kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Tayeb Benabderrahmane.

oleh Muhammad YantoDiperbarui 01 Maret 2023, 19:06 WIB
Paris Saint-Germain dibeli oleh Qatar Sports Investments pada 2011 silam. Grup yang dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi merupakan anak usaha dari Otoritas Investasi Qatar, yang mengelola kekayaan negara. Tak heran jika PSG memiliki dana yang melimpah. (AFP/Kenzo Tribouillard)

Liputan6.com, Jakarta Kabar mengejutkan datang dari Paris Saint-Germain (PSG). Presiden tim Nasser Al-Khelaifi terserempet kasus hukum.

L'Equipe, Nasser al-Khelaifi melaporkan, Al-Khelaifi terlibat dalam penculikan dan penganiayaan terhadap Tayeb Benabderrahmane, pelobi berdarah Perancis-Aljazair.

Benabderrahmane menuduh bahwa dia diculik di Qatar pada tahun 2020. Dia juga mengklaim memiliki dokumen dengan informasi yang membahayakan tentang Al-Khelaïfi.

Pengacaranya, Maïtres Romain Ruiz dan Gabriel Vejnar, mengatakan mereka "sangat puas" dengan keputusan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kini, tiga jaksa investigasi dari pengadilan Paris telah ditugaskan untuk menyelidiki kasus itu sejak Senin (27/2/2023).

Sementara Al-Khelaifi membantah semua tuduhan terhadapnya - dan telah bersumpah bahwa "keadilan akan berjalan dengan sendirinya".

“Mereka lebih banyak mengganti pengacara ketimbang mengubah cerita mereka. Ini adalah manipulasi media yang besar," kata al-Khelaifi.

"Saya hanya heran begitu banyak orang menganggap cerita kontradiksi mereka sebagai hal yang benar. Keadilan akan berjalan dengan sendirinya,” lanjut Nasser al-Khelaifi.

Diduga kasus tersebut menyangkut dengan dokumen sensitif terkait penunjukkan Piala Dunia 2022 ke Qatar. Dan pemberian hak siar televisi untuk Piala Dunia 2026 dan 2030 kepada BeIN Media - yang diketuai oleh Al-Khelaifi.

"Ini adalah manipulasi media yang paling utama. Saya heran begitu banyak orang menganggap kebohongan dan kontradiksi mereka sebagai hal yang kredibel - tetapi itulah dunia media kita saat ini," tegasnya.

"Keadilan akan berjalan dengan sendirinya - saya tidak punya waktu untuk berbicara tentang penjahat profesional kecil."

Di sisi lain, Benabderrahmane mengklaim dia ditahan selama enam bulan di Qatar setelah ditangkap pada Januari 2020. Dia mengklaim dia disiksa selama periode ini sebelum ditempatkan di bawah tahanan rumah.

Pelobi mengatakan dia kemudian diizinkan pergi pada November setelah menandatangani dokumen yang berjanji untuk tidak membocorkan dokumen "sensitif" yang terkait dengan Al-Khelaïfi.

Dia telah mempelopori regenerasi tim Paris dan menjadikannya kekuatan dominan di sepak bola Prancis - memenangkan gelar Ligue 1 delapan kali sejak 2012/13.


Ajukan Gugatan Perdata

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dan manajer Luis Campos memantau langsung sesi latihan Neymar dan kawan-kawan jelang hadapi Juventus di Liga Champions. (AFP/Frank Fife)

Outlet berita Prancis, termasuk Le Point dan L'Independant, melaporkan Benabderrahmane mengajukan gugatan perdata - yang memungkinkan penyelidikan yudisial diluncurkan.

Lanjut Baca:

Al Khelaifi, 49, sebelumnya sempat diselidiki atas penunjukan Piala Dunia lantaran hubungannya dengan mantan anggota FIFA Jerome Vackle - tapi dia dibebaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya