Genjot BUMN Masuk Bursa, BEI Buat Kesepakatan dengan Erick Thohir

Sampai dengan 24 Februari 2023, terdapat 37 perusahaan tercatat dari BUMN dan entitas anak usaha BUMN. Dari 37 perusahaan tersebut, 14 di antaranya adalah perusahaan BUMN dan 23 lainnya adalah entitas anak BUMN.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 27 Februari 2023, 11:31 WIB
Direktur PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) Ahmad Yuniarto, Staf Ahli Bidang Industri Kemenrian BUMN Rabin Indrajad Hattari, CEO Subholding Power and New Renewable Energy Dannif Danusaputro, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Wamen BUMN 1 Pahala Nugraha Mansury dan Menteri ESDM Arifin Tasrif berbincang usai pencatatatn perdana saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (24/02/2023) (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian BUMN mendukung pengembangan pasar modal Indonesia dan mempercepat pemanfaatannya di lingkungan BUMN.. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BEI Iman Rachman di Main Hall BEI pada hari ini, Senin 27 Februari 2023.

Penandatanganan MoU antara BEI dengan Kementerian BUMN diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, transparansi, dan akuntabilitas perusahaan, serta entitas anak usaha BUMN. Hal ini akan membantu meningkatkan daya saing perusahaan BUMN di tingkat nasional maupun global.

Ruang lingkup kerja sama BEI dan Kementerian BUMN ini dapat mendukung pengembangan pasar modal melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan mengenai go public, sekaligus penerbitan instrumen pendanaan pasar modal lainnya untuk perusahaan dan entitas anak usaha BUMN.

Selain hal tersebut, kerja sama ini juga meliputi pengembangan dan penerapan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG), Environmental, Social & Governance (ESG), serta kerja sama dalam memajukan ekosistem startup khususnya di lingkungan BUMN. Melalui kerja sama ini, BEI juga berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai investasi di pasar modal.

Sampai dengan 24 Februari 2023, terdapat 37 perusahaan tercatat dari BUMN dan entitas anak usaha BUMN. Dari 37 perusahaan tersebut, 14 di antaranya adalah perusahaan BUMN dan 23 lainnya adalah entitas anak BUMN. 

“Prestasi membanggakan BUMN tercermin dari nilai kapitalisasi pasar Bursa yang 23,4 persen-nya dimiliki oleh BUMN dan entitas anak usahanya. Selain itu pula, perusahaan dan entitas anak BUMN memberikan kontribusi sebanyak 2,78 triliun atau 27 persen dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa dari total RNTH 2023 sebesar Rp 10,3 triliun,” beber Iman dalam keterangan resmi, Senin (27/2/2023).

Di sisi lain, kerja sama BEI dan Kementerian BUMN diharapkan dapat meningkatkan jumlah perusahaan dan entitas anak BUMN yang tercatat di BEI. Pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan governance dari BUMN dan entitas anak BUMN, serta turut meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia.

“Kami berharap agar angka tersebut dapat terus meningkat. Ke depannya akan lebih banyak lagi perusahaan BUMN dan entitas anak usaha BUMN yang dapat memanfaatkan berbagai alternatif pendanaan yang tersedia di pasar modal Indonesia, seperti penerbitan sukuk, green bond, efek beragun aset, dan lainnya,” imbuh Iman.

Bersamaan dengan penandatanganan MoU bersmama Kementerian BUMN, BEI juga menandatangani MoU dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) yang merupakan salah satu perusahaan BUMN.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Arisudono Soerono. Adapun, kerja sama antara BEI dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) adalah dalam rangka pengembangan dan penyelenggaraan pasar karbon di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya