Bahan Kimia Bisa Bikin Kelamin Pria Menyusut

Para ilmuwan berpikir kimia modern memiliki efek dramatis terhadap kemampuan reproduksi berang-berang dan takut itu juga merupakan masalah pada manusia.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Februari 2013, 07:43 WIB
Penelitian dilakukan pada berang-berang. Dan hasilnya membuat para ilmuwan memperingatkan pria kalau kelaminnya juga bisa menyusut akibat senyawa kimia.

Para ilmuwan berpikir kimia modern memiliki efek dramatis terhadap kemampuan reproduksi makhluk sungai itu dan takut itu juga merupakan masalah pada manusia.

Penemuan mengejutkan itu dibuat para Ahli dari Cardiff University Otter Project and the Chemicals, Health and Environment Monitoring Trust (CHEM) seperti dikutip TheSun, Selasa (26/2/2013).

Para peneliti ini mempelajari populasi berang-berang di Inggris dan Wales serta khawatir dengan menemukan penurunan berat penis para otter. Peneliti juga menemukan peningkatan kista pada sperma yang dibawa dalam tabung, yang dilaporkan pada manusia.

Berang-berang memiliki perbedaan reproduksi fisiognomi, namun EDC bisa menyebabkan bayi memiliki testikel yang tidak normal, kelainan organ seks, dan jumlah sperma yang rendah. Hubungan ini masih memerlukan investigasi lebih lanjut. Tapi peneliti mencatat, manusia dan hewan yang terkena bahan kimia yang sama setiap hari.

Menurut Dr Eleanor Kean dari Universitas Cardiff, berang-berang adalah indikator yang sangat baik dari kesehatan lingkungan di Inggris, dan pada 1970-an, kehadiran polutan menyebabkan kecelakaan yang hebat dalam populasi hewan air itu.

Direktur Gwynne Lyons, mengatakan: "Temuan ini menyoroti kalau sudah waktunya mengakhiri efek polutan terhadap kesehatan reproduksi laki-laki".

"Beberapa efek yang dilaporkan dalam berang-berang dapat disebabkan oleh bahan kimia yang sama yang diduga berkontribusi pada kecenderungan penurunan dalam kesehatan reproduksi laki-laki dan menyebabkan kanker testis, testis yang tidak turun, dan jumlah sperma rendah."

"Pada kenyataannya manusia dan satwa liar yang terkena banyak koktail bahan kimia setiap harinya dan beberapa mungkin menambahkan hingga menimbulkan masalah."(Mel/Igw)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya