Selain Jeka Saragih di UFC, 2 Petinju Indonesia juga Pernah Merintis Jalan di Las Vegas

Jeka Saragih menjadi atlet MMA pertama asal Indonesia yang bergabung dengan UFC.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 10 Februari 2023, 17:00 WIB
6 Potret Jeka Saragih, Petani Asal Batak Jadi Atlet MMA Pertama Road To UFC (Sumber: Instagram/jekasaragih)

Liputan6.com, Jakarta Jeka Saragih resmi mendandatangani kontrak dengan promotor pertandingan Mix Martial Art (MMA) paling populer di dunia, UFC. Petarung asal Pemtang Siantar itu tetap diajak bergabung meski menderita kekalahan pada babak grand final road to UFC yang berlangsung pekan lalu. 

Berhadapan dengan petarung India, Anshul Jubli di Las Vegas, Amerika Serikat, Jeka dinyatakan kalah TKO ronde kedua. Wasit terpaksa menghentikan laga setelah Jeka tak berkutik dalam kuncian lawan. 

Meski demikian, Jeka tidak lantas pulang kampung. Sebaliknya, Jeka harus tinggal lebih lama di Amerika Serikat. Pria berusia 28 tahun itu akan berlatih di Negeri Paman Sam setelah resmi dikontrak oleh UFC selama lima tahun dan saat ini tengah mempersiapkan diri menjalani laga debutnya.

"Jeka Saragih bersama dengan manajer Graham Boylan telah menandatangani kontrak UFC selama 5 tahun dan menjadi atlet Indonesia pertama di UFC. Meski dia kalah di final road to UFC, UFC tetap memberikan dia kontrak berdasarkan rekaman KO-nya di ronde sebelumnya," tulis Mola.

Ya, Jeka memang menjadi atlet Indonesia pertama yang menandatangani kontrak dengan UFC. Sebelumnya, belum ada satu petarung lain dari Tanah Air yang mendapat kesempatan tersebut. 

 

 

 


Surga MMA

Khabib Nurmagomedov saat mengunci Conor McGregor dalam pertarungan UFC 229 di Las Vegas, AS (6/10). Nurmagomedov dinyatakan menang melalui submission. Dia melakukan rear naked choke kepada McGregor. (AP Photo/John Locher)

UFC sendiri dikenal sebagai salah satu promotor pertarungan seni beladiri campuran MMA yang sangat populer di dunia. Sejumlah atlet ternama, seperti Conor McGregor hingga Khabib Nurmagomedov pernah bermain di UFC. Lewat UFC mereka mampu menjelma menjadi atlet elite dunia.

UFC bermarkas di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Kota Judi itu belakangan jadi kiblat olahraga beladiri campuran MMA. Pertarungan rutin di lakukan di sana. Salah satu yang paling menyita perhatian, tentu saja duel UFC Conor McGregor melawan Khabib Nurmagomedov, 2018 lalu. Duel yang berlangsung di T-Mobile Arena itu disaksikan 2,4 juta pengguna layanan tv Pay per view (PPV).

Karena itu, langkah Jeka bergabung dengan UFC boleh dikatakan sudah tepat. Kesempatannya untuk menjadi petarung elite MMA sudah di depan mata. Kini tinggal mempersiapkan diri untuk menampilkan permainan terbaik dalam lima pertandingan yang telah tertuang dalam kontraknya bersama UFC.

Lanjut Baca:

Sementara itu, Jeka bukan satu-satunya atlet Indonesia yang berusaha menaklukkan Las Vegas. Sebelumnya, dua petinju asal Indonesia, juga pernah mengadu peruntungan di kota judi tersebut.  Yang pertama adalah Chris John. Ya, mantan super champion kelas bulu versi WBA itu pernah bergabung dengan Golden Boy Promotions milik mantan juara dunia Oscar De la Hoya.  Bersama Golden Boy Promotion, Chris John sempat bertanding sebanyak dua kali melawan petinju AS, Rocky Juarez. Pertandingan pertama yang berlangsung di Toyota Center Houston, 28 Februari 2009, beraknir tanpa pemenang. Duel yang berlangsung 12 ronde itu dinyatakan draw.  Chris John kembali bertemu Juarez 19 September 2009. Kali ini, pertarungan digelar di MGM Arena, Las Vegas, Nevada. Kali ini, Chris John mengalahkan Juarez dengan kemenangan angka multak.   Sayang, duel ini jadi satu-satunya momen Chris John tampil di Las Vegas. Setelah keluar dari Golden Boy Promotions, Chris John lebih banyak bertanding di Asia dan Australia. Setelah menyandang gelar juara dunia kelas bulu versi WBA sejak 2004-2013, The Dragon kehilangan sabuknya di Australia pada 16 Juni 2013 akibat mengalami kekalahan RTD dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya