Liputan6.com, Jakarta - Pocari Sweat Run Indonesia 2023 akan kembali bergulir pada 30 Juli mendatang. Penyelenggara menargetkan setidaknya 30.000 pelari untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
Sejauh ini, Pocari Sweat Run 2023 sudah mendistribusikan 11.000 slot lari offline. Sementara sisa kuota bakal diisi oleh peserta yang mengikuti ajang secara virtual.
Advertisement
Sekadar informasi, Pocari Sweat Run Indonesia 2023 merupakan ajang lari hybrid terbesar di Tanah Air. Perhelatan edisi ini masih akan digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, dan telah memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati menjelaskan Pocari Sweat Run Indonesia telah dimulai sejak 2014. Kala itu, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan lari belum terlalu tinggi, sehingga proses penjualan 5000 slot lari berlangsung cukup lama.
Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah peserta meningkat. Penyelenggara pun berinisiatif mengadakan dua jalur partisipasi, yakni secara offline dan online di masa pandemi. Berangkat dari situ, Pocari Sweat Run terus mengusung konsep hybrid hingga berhasil menjaring lebih banyak peserta tiap tahunnya.
"Di masa pandemi, kita bertransformasi. Jadi, (Pocari Sweat Run) tidak hanya diikuti secara offline, tetapi hybrid. Bisa diikuti offline dengan datang ke Bandung, atau secara virtual dari kota masing-masing," tuturnya dalam konferensi pers di The Langham, Jakarta, Minggu (5/2/2023).
"Dengan mengubah format ini, ternyata partisipasinya jadi makin banyak. Tahun lalu, (jumlah peserta) kami hampir dobel dari sebelum pandemi, (kala itu) kita ada 18.000 runners yang ikut."
"Secara offline hanya 5.000 karena dibatasi, tetapi secara virtual kita melihat bahwa pelari (tersebar) di lebih dari 300 kota. Karena melihat hal itu, di tahun ini, kita menargetkan 30.000 peserta secara hybrid: offline dan juga virtual untuk berlari bersama," ucap Wina.
Inovasi
Demi menambah semarak dan kemeriahan aktivitas lari secara virtual, Wina menjelaskan pihaknya juga bakal berinovasi dengan menggaet komunitas di 100 kota di Indonesia.
Para peserta nantinya dapat terkoneksi melalui mobile apps dan live streaming dengan event utama di Bandung, sambil turut merasakan suasana mini offline serta flag-off serentak bersama komunitas yang dilakukan di masing-masing kota.