Resensi Film Bayi Ajaib: Rako Prijanto Mempersegar Versi Klasik dengan Perbedaan di Sejumlah Titik

Bayi Ajaib, film horor legendaris karya sineas Tindra Rengat dibuat ulang Rako Prijanto dengan bintang Adipati Dolken, Vino G. Bastian, dan Desy Ratnasari.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 16 Januari 2023, 13:16 WIB
Poster film Bayi Ajaib. (Foto: Dok. Falcon Black)

Liputan6.com, Jakarta Bayi Ajaib karya sineas Rako Prijanto yang akan dirilis pada 19 Januari 2023 adalah ulang buat dari versi 1982. Versi jadul-nya adalah biang teror yang bikin penonton ketar-ketir juga kepikiran setelah pulang dari bioskop.

Generasi 1990-an mengenal film Bayi Ajaib saat diputar di layar kaca. Dulu, di dekade 1990-an televisi swasta kita kerap memainkannya lewat program Pagi Pilihan, Film Selasa Siang, Layar Perak, dan sebagainya.

Di tangan Rako Prijanto, Bayi Ajaib yang diperkuat Vino G. Bastian, Adipati Dolken, dan Sara Fajira diperbarui sekaligus dituakan. Pasalnya, cerita versi 2023 mengambil latar tahun 1900-an.

Bagi yang pernah menonton Bayi Ajaib karya Tindra Rengat tentu bertanya apakah versi 2023 lebih seram dari pendahulunya? Seberapa mirip dengan versi 1982? Berikut resensi film Bayi Ajaib.

 


Kosim Girang

Vino G. Bastian sebagai Kosim dalam film Bayi Ajaib. (Foto: Dok. Falcon Black)

Kosim (Vino G. Bastian) girang ketika mendapati berlian di antara pasir sungai yang ia dulang. Berlian ini mengubah status ekonominya dari jelata menjadi orang kaya di desanya. Bersama istri, Sumi (Sara Fajira) yang sedang hamil, Kosim pindah ke rumah gedongan.

Ia pun mencalonkan diri sebagai kepala desa bersaing dengan Soleh (Teuku Rifnu Wikana). Soleh dan Yuni (Desy Ratnasari) dikaruniai anak bernama Rini (Anantya Kirana). Sementara Sumi akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang didinamai Hadi Nugraha (Rayhan Cornellis) alias Didi.

Persalinan Sumi diwarnai sejumlah drama dan kejanggalan. Saat hamil tua, ia terpesorok ke kuburan orang Portugis, bernama Alberto Dominique (Willem Bevers) hingga dicari warga sekampung lepas magrib.

Bayi yang dilahirkannya terbungkus selaput berisi cairan dan darah. Bertambah usia, Didi seolah punya dua kepribadian. Rini memergoki Didi berubah wujud. Tubuhnya bocah tapi wajahnya kayak kakek-kakek.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Mencoba Setia

Adipati Dolken sebagai Dorman dalam film Bayi Ajaib. (Foto: Dok. Falcon Black)

Rako Prijanto bersama Alim Sudio mencoba setia pada versi asli tanpa terkesan sekadar menyalin tempel para tokoh, plot, dan konflik utama. Sejumlah perombakan pun dilakukan untuk memaksimalkan hasil akhir. Film dibuka adegan mendulang berlian persis seperti versi 1982.

Lanjut Baca:

Bedanya, versi Rako menampilkan Kosim sendiri sedangkan yang klasik ada Dorman juga. Dari sini, konflik dipertajam. Dorman dalam versi klasik membongkar lemari di rumahnya lalu menemukan peta yang menuntun ke kuburan nenek moyangnya, kelahiran 1.600-an.  

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya