Iran Eksekusi Mati Eks Wakil Menteri Pertahanannya yang Berkewarganegaraan Ganda

Akbari, yang merupakan mantan wakil menteri pertahanan Iran ditangkap pada 2019. Dia membantah tuduhan bahwa dirinya memata-matai untuk Inggris.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 14 Jan 2023, 14:23 WIB
Ilustrasi hukuman mati atau hukuman gantung (iStockphoto)

Liputan6.com, Teheran - Iran mengeksekusi warga negara ganda Iran-Inggris Alireza Akbari. Ia dihukum mati karena dituduh menjadi mata-mata untuk Inggris.

BBC pada Sabtu (14/1/2023) melaporkan bahwa keluarga Akbari telah diizinkan melakukan kunjungan terakhir pada Rabu (11/1).

Akbari, yang merupakan mantan wakil menteri pertahanan Iran ditangkap pada 2019. Dia membantah tuduhan bahwa dirinya memata-matai untuk Inggris.

Sementara itu, Inggris sebelumnya telah mendesak Iran untuk menghentikan eksekusi dan segera membebaskannya. Pada Jumat (13/1), Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly memperingatkan bahwa Iran tidak boleh menindaklanjuti ancaman eksekusi yang brutal.

"Ini adalah tindakan bermotivasi politik oleh rezim barbar yang benar-benar mengabaikan kehidupan manusia," cuit Cleverly pada Rabu.

Kantor berita resmi pengadilan Iran, Mizan, melaporkan Akbari telah digantung, tanpa memberikan tanggal pasti eksekusi mati.

2 dari 3 halaman

AS: Eksekusi Akbari Tidak Masuk Akal

Ilustrasi (iStock)

Menggemakan suara Inggris, Amerika Serikat (AS) menyerukan agar Iran tidak mengeksekusi Akbari. Diplomat AS Vedant Patel mengatakan eksekusi Akbari tidak masuk akal.

Patel mengatakan pada Jumat bahwa dakwaan terhadap Alireza Akbari dan hukumannya bermotivasi politik.

Pada awal pekan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya mendukung keluarga Akbari dan telah berulang kali mengangkat isu ini ke pihak berwenang Iran.

Kemlu Inggris mengaku telah meminta akses konsuler mendesak, tetapi pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda.

3 dari 3 halaman

Hubungan Inggris dan Iran Memburuk

Seorang demonstran saat mengikuti aksi protes menentang ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris (11/1/2020). Serangan tersebut menewaskan petinggi militer Iran Jenderal Qasem Soleiman. (AFP/Tolga Akmen)

Hubungan antara Inggris dan Iran semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir, sejak Inggris memberlakukan sanksi terhadap polisi moral Iran dan tokoh keamanan top lainnya. Langkah itu sebagai tanggapan atas tindakan keras Teheran terhadap pengunjuk rasa antipemerintah.

Iran telah menangkap puluhan warga Iran dengan kewarganegaraan ganda atau pemegang visa tinggal tetap dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar atas tuduhan mata-mata dan ancaman keamanan nasional.

Dua warga Inggris-Iran Nazanin Zaghari-Ratcliffe dan Anoosheh Ashoori dibebaskan dan diizinkan meninggalkan Iran tahun lalu setelah Inggris melunasi utang lama ke Iran. Namun, setidaknya ada dua warga Inggris-Iran lainnya yang tetap ditahan, termasuk Morad Tahbaz, yang juga memiliki kewarganegaraan AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya