Bielsa Menuju Laga ke-100

Gelarnya mungkin belum banyak. Tapi, asal tahu saja, pelatih hebat seperti Josep Guardiola dan Diego Simeone memanggil Bielsa sebagai "guru".

oleh ervin.kumbangDiterbitkan 20 Februari 2013, 21:10 WIB
Athletic Bilbao boleh saja terseok-seok di La Liga musim ini. Namun, pelatih Marcelo Bielsa tetap mendapatkan tempatnya sendiri. Akhir pekan ini, pelatih asal Argentina itu bakal menciptakan sejarah: memimpin laga ke-100 bersama Bilbao.

Sejarah itu semakin berarti karena Bielsa memimpin laga ke-100 dalam derby Basque versus Real Sociedad di San Mames, Kamis (22/2/13) atau Jumat dini hari wib. Bagi dirinya sendiri, pertandingan tersebut merupakan angka 100 pertama yang dilakoninya bersama satu klub.

Selepas tiga tahun melatih tim nasional Chile, Bielsa mendarat ke Bilbao pada musim panas 2011. Impresif! Suporter fanatik Los Leones tak akan melupakan peran Bielsa. Di musim perdananya, mantan pelatih tim nasional Argentina itu memberikan dua final meski tak ada yang dimenangkan, yaitu Liga Europa dan Piala Raja.
    
Bielsa menjadi pelatih sejak usia 27 tahun. Kini, pria kelahiran Rosario, Argentina, itu, berusia 57 tahun. Sepanjang karir kepelatihannya, capaian terjauhnya adalah 98 pertandingan bersama klub yang pernah dibelanya semasa menjadi pemain, Newell's Old Boys. Di klub itu, ia memberikan gelar Liga Argentina 1990.

Pada 1992, ia membawa klub kampung kampung halamannya itu ke final Piala Libertadores. Bielsa tak beruntung, Newell's kalah adu penalti dari wakil Brazil, Sao Paulo.

Sebelum mencapai angka 100, Bielsa pergi ke Meksiko untuk melatih Atlas. Dua musim di Atlas, ia pindah ke klub ibukota Meksiko, America. Semusim di Mexico City, "El Loco" - julukan Bielsa - hengkang ke tanah airnya untuk Velez Sarsfield. Di Sarsfield, Bielsa pun hanya semusim.

Sarsfield boleh jadi merupakan batu loncatan untuk karir terbesar Bielsa. Di musim 1998/1999, Bielsa direkrut klub La Liga, Espanyol. Tiga bulan kemudian, Bielsa mengundurkan diri untuk menerima tawaran dari negerinya sendiri: melatih tim nasional Argentina.

Di tangan Bielsa, Albiceleste menyongsong Piala Dunia 2002 dengan percaya diri. Periode kualifikasi menunjukkan kehebatan mereka untuk mencapai juara dunia setelah era Diego Armando Maradona. Di Korea-Jepang, kenyataan berkata lain. Argentina tak lolos fase penyisihan.

Dua tahun kemudian, Bielsa membalasnya dengan meraih medali emas Olimpiade pertama untuk Argentina di Athena, Yunani. Gelar itu menjadikan Argentina sebagai negara Amerika Selatan pertama yang meraih medali emas cabang sepak bola.

Dengan rekaman perjalanan itu, sulit untuk tak menyebut Bielsa dalam sejarah kepelatihan meski klub yang dibesutnya saat ini tak terlalu cemerlang. Gelarnya mungkin belum banyak. Tapi, asal tahu saja, pelatih hebat seperti Josep Guardiola dan Diego Simeone memanggil Bielsa sebagai "guru". (M/Def)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya