Bill Gates Mengungkap Kegagalan Microsoft di Perangkat Mobile

Microsoft dianggap telat masuk ke industri mobile. Ini pula yang membedakan perusahaan yang didirikan Bill Gates itu dengan pesaing abadinya, Apple.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Februari 2013, 14:35 WIB
Microsoft memang dikenal sebagai raksasa software dalam puluhan tahun terakhir. Sistem operasi besutan Microsoft dalam lini produk Windows berhasil mendominasi selama periode '80an hingga awal pergantian milenium. Selain itu beragam software seperti Office juga mengikuti jejak kesuksesan Windows.

Namun Microsoft dianggap telat masuk ke industri mobile. Ini pula yang membedakan perusahaan yang didirikan Bill Gates itu dengan pesaing abadinya, Apple. Berbeda dengan Microsoft, Apple lebih jeli melihat potensi mobile dengan menghadirkan iPhone, yang kemudian disusul dengan iPad.

Microsoft memang sempat meremehkan Apple ketika meluncurkan iPhone. Ketika iPhone pertama kali dirilis, CEO Microsoft Steve Ballmer meremehkan iPhone dengan mengatakan: "Tak ada kesempatan bagi iPhone untuk mendapatkan porsi signifikan di pangsa pasar smartphone".

Tapi Ballmer terbukti keliru, begitu pula Microsoft. Pendiri Microsoft Bill Gates pun mengakui kesalahan strategi ini saat melakukan wawancara dengan stasiun televisi CBS.

"Banyak hal seperti ponsel yang tidak kami kembangkan lebih dulu," ucap Gates, dilansir dari laman the Guardian, Rabu (20/2/2013).

Meski begitu, Bill Gates mengaku bahwa ini bukan berarti Microsoft tak melihat potensi pasar mobile. "Itu sangat rumit. Kami tidak melewatkan ponsel. Tapi saat kami akan memulainya, kami tak punya kesempatan untuk memimpin (pasar). Jadi itu jelas sebuah kesalahan," ujar Gates yang mundur sebagai 'nahkoda' sejak akhir '90an untuk beralih aktif di kegiatan sosial.

Akibat kesalahan itu, Microsoft pun tertinggal di industri mobile. Tak hanya perangkat, posisi Microsoft di sistem operasi mobile juga ada di belakang. Windows Phone masih menguntit di posisi empat, setelah Android milik Google, iOS milik Apple, dan BlackBerry.

Tapi Gates tidak menghimpun kesalahan pada Steve Ballmer. Menurut salah satu orang terkaya sejagat ini, sejak Ballmer menjadi CEO di akhir 1999, banyak perubahan yang telah dilakukan.

"Dia dan saya merupakan orang yang paling sering mengkritik diri sendiri, lebih dari yang Anda bayangkan. Banyak hal luar biasa yang muncul di bawah kepemimpinan Steve tahun lalu," tutur Gates.

Bill Gates pun mengaku banyak produk Microsoft yang masih bisa jadi andalan. "Windows 8 adalah kunci masa depan, Surface, Bing karena orang mencari produk mesin pencari yang lebih, tapi apa itu cukup?" lanjutnya.

Gates mengaku bahwa dia, Microsoft, juga Ballmer merasa belum cukup. "Saya dan dia (Steve Ballmer) merasa belum puas, dalam hal terobosan baru. Kami melakukan segala hal yang mungkin dilakukan," ucap pendiri Bill & Melinda Gates Foundation ini. (GAL)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya