Umat Hindu melaksanakan persembahyangan saat Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Perayaan Hari Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Umat Hindu membawa sesajen saat Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Hari Galungan juga menjadi hari di mana umat Hindu memperingati terciptanya alam semesta jagad raya beserta seluruh isinya. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Seorang pria memanjatkan doa saat mengikuti sembahyang perayaan hari raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Hari Galungan pada tahun ini bertepatan pada 4 Januari. Galungan diperingati sebagai ucapan syukur. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Umat Hindu bersembahyang saat Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Pada hari peringatan tersebut, umat Hindu akan memberi dan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan saat Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Umat Hindu Bali merayakan hari suci yang jatuh setiap 210 hari sekali tersebut dengan melakukan persembahyangan ke sejumlah pura. (SONNY TUMBELAKA / AFP)
Anak-anak umat Hindu mengikuti perayaan Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Hari Galungan diperingati dengan serangkaian upacara hingga berakhir di Hari Kuningan. (SONNY TUMBELAKA / AFP)
Seorang perempuan menuangkan air suci ke dalam mangkuk saat Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Perayaan Hari Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). (SONNY TUMBELAKA / AFP)
Umat Hindu mengikuti perayaan Hari Raya Galungan di sebuah pura di Bali, Rabu (4/1/2023). Perayaan Hari Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). (SONNY TUMBELAKA / AFP)