Layar Virtual Studio Dukung Perkembangan Dunia Film, Animasi, Games, Multimedia dan Coding di Indonesia

Layar Virtual memberikan kemudahan bagi movie maker, brand commercial, music video, events, corporate video untuk berkreasi lebih jauh.

oleh Liputan6.comDiperbarui 30 Desember 2022, 20:01 WIB
Layar Virtual Studio

Liputan6.com, Jakarta Dunia hiburan Tanah Air bersiap kehadiran Layar Virtual. Layar Virtual adalah studio tempat dunia fisik dan digital bertemu dalam mewujudkankan kreativitas. Layar Virtual menggunakan teknologi mutakhir dengan standar industri dalam produksi film.

President and Technical Director Layar Virtual, Omar Jusma mengatakan, kehadiran Layar Virtual adalah untuk mendukung perkembangan dunia film, animasi, games, multimedia dan coding di Indonesia.

Kehadiran Layar Virtual memberikan kemudahan bagi movie maker, brand commercial, music video, events, corporate video untuk berkreasi lebih jauh. Layar Virtual hadir untuk bisa beradaptasi menghadapi perubahan alur kerja di dunia film, animasi dan multimedia.

"Sebagai pendiri, saya dan partner bisnis banyak bergerak di bidang visual-multimedia. Setelah melihat banyaknya talenta digital kreatif di Indonesia, kami tergugah untuk mendirikan studio yang bernama Layar Virtual. Studio ini bisa menekan biaya produksi pembuatan film. Bahkan, membuka kemungkinan untuk mewujudkan imajinasi-imajinasi movie creator untuk bisa berkarya lebih jauh lagi,” jelas Omar Jusma dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Dalam Layar Virtual, kata Omar Jusma, ada empat teknologi yang digunakan. Pertama, LED Processor berasal dari Inggris. Kedua, LED Panel dari China. Ketiga, Tracking System dari Norwegia, dan terakhir Real Time 3D Engine dari Spanyol.

Keempat komponen utama tersebut dibutuhkan untuk Virtual Production, atau biasa disebut ICVX=In-Camera VisualFX. Keempat komponen dalam ICVX sangat beragam. Ada yang bisa dilakukan dengan sangat sederhana, dan ada yang sesuai dengan industri film. Komponen yang ada di Layar Virtual, mengikuti spesifikasi standar produksi Film, antara lain : LED Panel & LED Processor memiliki Real Time Colour Correction (Chroma Tune), Dynamic Calibration, Extended Bit-Rate dan ShutterSync®.

“Dengan ShutterSync®, dapat mengatur refresh rate LED ke kamera, bukan sebaliknya, memberikan kendali kreatif kembali kepada pengguna,” jelas Omar Jusma.

Pada umumnya LED yang ada di pasaran tidak mampu untuk menampilkan content gelap, sehingga sangat sulit bagi kamera untuk menangkap content di LED tersebut.

Lanjut Baca:

“Teknologi processor kami juga mempunyai fasilitas Pure Tone dan extended bit rate yang bisa mengatasi masalah tersebut yang didapatkan pada LED standar yang ada di pasaran rental,” ujar Omar Jusna. Dengan teknologi tersebut, mampu menampilkan rentang dinamis (Dynamic Range) tambahan 2 hingga 3 stop pada kamera. Kemampuan ini sangat berharga saat membuat film layar LED yang menampilkan konten gelap. Sedangkan, proses pengaturan warna secara real time (ChromaTune). Tujuannya untuk memastikan kecocokan warna yang sempurna kapanpun dibutuhkan. Prosesnya dilakukan langsung di panel LED. "Sangat membantu untuk memastikan kecocokan warna korporasi atau brand untuk produksi Iklan. Atau, untuk menyamakan set asli dengan Virtual Set, juga menawarkan kemampuan untuk mengimpor LUT 3D (Look Up Tables),” kata Omar Jusma. Proses ini adalah cara yang efisien untuk memetakan ulang warna dan memungkinkan koreksi warna tingkat lanjut, yang umumnya digunakan dalam produksi film. "Untuk segala hal mulai dari penyetelan kamera yang sudah diatur hingga penilaian warna di post production,” kata dia. Selanjutnya adalah tracking system. Dalam proses pembuatan film menggunakan kamera tracking system dengan tingkat keakuratan dan kestabilan tinggi, mudah digunakan, tidak memerlukan kalibrasi ulang. "Tracking system kami juga sudah tersedia berbagai perlengkapan untuk kamera pedestal yg dapat digunakan dengan kamera profesional apa pun, sehingga kamera dapat bergerak bebas. Hal ini menjawab salah satu masalah tersulit untuk dipecahkan dalam hal tracking system,” papar Omar Jusma. Masalah lain yang sering terjadi di kamera based tracking system adalah bandwidth kabel kamera yang terbatas. “Tracking system kami menggunakan algoritma khusus untuk mengkompres gambar tracking 4K dengan cepat sebelum dikirim melalui kabel. Ini membuat proses tracking lebih cepat, responsif, dan akurat,” ulas dia. Kemudian, teknologi Realtime 3D Engine. Selain menggunakan Unreal Engine sebagai platform utama 3D, Layar Virtual menambahkan middleware untuk memudahkan workflow dari unreal keterampilan LED dengan mengurangi blueprint programming di Unreal Engine.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya