Liputan6.com, Jakarta Persija Jakarta harus mengakui keunggulan PSIS Semarang usai kalah 0–2 dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 yang dihelat di Stadion Maguwoharjo pada Selasa (13/12/2022) malam WIB.
Macan Kemayoran gagal menyeimbangkan torehan skor yang dikantongi lawan sejak paruh pertama, meski Laskar Mahesa Jenar sempat kehilangan salah satu pemainnya mendekati pengujung laga.
Advertisement
Duel antara PSIS Semarang melawan Persija Jakarta berlangsung sengit sejak awal babak pertama. Kedua kesebelasan saling jual beli serangan dan aktif mencoba membongkar kubu pertahanan masing-masing.
Walau begitu, Laskar Mahesa Jenar dan Macan Kemayoran masih ompong hingga pertandingan berjalan lebih dari 15 menit. Kebuntuan baru terpecah pada menit 20. Riyan Ardiansyah menjadi pencetak angka pertama buat kubu PSIS.
Berawal dari umpan Carlos Fortes, pemain berusia 26 tahun itu sanggup mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengantar Laskar Mahesa Jenar unggul sementara dengan 1–0.
Tak butuh waktu lama bagi pasukan Ian Andrew Gillian untuk memperlebar selisih jarak. Kali ini giliran Taisei Marukawa yang tampil sebagai momok di depan gawang Andritany Ardhiyasa.
Pemain asal Jepang dibiarkan bergerak tanpa pengawalan hingga bebas melepaskan tembakan dari sisi kiri jaring Persija. Si kulit bundar yang dilesakkannya mengenai kaki pemain lawan sebelum akhirnya berbuah angka kedua bagi Laskar Mahesa Jenar pada menit 22.
Persija Jakarta berada di posisi tertekan. Macan Kemayoran berkali-kali berusaha melakukan pergerakan berbahaya di sekitar gawang PSIS Semarang. Namun, upaya mereka selalu saja bisa dihalau oleh Wahyu Tri Nugroho.
Tambahan waktu dua menit tak cukup bagi Persija Jakarta untuk mencetak gol penyeimbang. Skor sementara 2–0 bagi keunggulan Laskar Mahesa Jenar bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua
Berada di posisi dominan tak membuat PSIS Semarang mengendurkan perlawanan di awal babak kedua. Reza Irfana langsung memberi ancaman bagi kubu pertahanan Persija Jakarta sesaat setelah turun minum. Laskar Mahesa Jenar nyaris dibuat unggul tiga gol kalau saja tembakannya tidak melambung di atas mistar gawang.