Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait meninggalnya bayi Dera Anggraini yang usianya belum genap sebulan. Kementerian akan memanggil delapan rumah sakit yang sebelumnya dikatakan menolak perawatan Dera.
"Besok dari Kemenkes akan mengundang delapan rumah sakit yang menolak perawatan Dera. Mereka di ndang untuk klarifikasi," ujar Dien di Jakarta, Minggu (18/2/2013)
Dien mengatakan, meninggalnya Dera dikarenakan fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan Dera, yaitu NICU (Neonatal Intensive Care Unit) telah terpakai oleh pasien lain.
"Memang ada keterbatasan alat yang kita miliki. Dia sempat dirujuk ke RSCM. Di sana ada satu NICU tapi penuh, sudah terpakai," ujar Dien.
Dera yang mengalami kelainan lambung dan tak bisa menerima asupan ASI itu membutuhkan alat bantu yang disokong di fasilitas NICU. Karena NICU merupakan ruang perawatan intensif yang difungsikan untuk merawat bayi prematur atau yang memerlukan perlakuan khusus karena adanya kelainan.
Dien akui bahwa jumlah NICU di DKI Jakarta mencapai 143. Dari jumlah tersebut, itu masih masih banyak yang mengalami keterbatasan peralatan. Bayi kembar Dera dan Dara dilahirkan di Rumah Sakit Zahira. Namun Dera tidak berumur panjang dan meninggal Sabtu (16/2/2013) lalu.
Dera yang lahir secara prematur meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan. Ada kelainan pada kerongkongan Dera. Karena di Rumah Sakit Zahira tidak mempunyai alat memadai, dokter di rumah sakit tersebut menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit lain.
Sebelum Dera meninggal, orang tuanya, Elias Setya Nugroho dan Lisa Darawati sudah berusaha mencari rumah sakit rujukan lain. Namun, tak ada satu pun rumah sakit itu menerima Dera. Alasannya, rumah sakit penuh. (Ism)
"Besok dari Kemenkes akan mengundang delapan rumah sakit yang menolak perawatan Dera. Mereka di ndang untuk klarifikasi," ujar Dien di Jakarta, Minggu (18/2/2013)
Dien mengatakan, meninggalnya Dera dikarenakan fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan Dera, yaitu NICU (Neonatal Intensive Care Unit) telah terpakai oleh pasien lain.
"Memang ada keterbatasan alat yang kita miliki. Dia sempat dirujuk ke RSCM. Di sana ada satu NICU tapi penuh, sudah terpakai," ujar Dien.
Dera yang mengalami kelainan lambung dan tak bisa menerima asupan ASI itu membutuhkan alat bantu yang disokong di fasilitas NICU. Karena NICU merupakan ruang perawatan intensif yang difungsikan untuk merawat bayi prematur atau yang memerlukan perlakuan khusus karena adanya kelainan.
Dien akui bahwa jumlah NICU di DKI Jakarta mencapai 143. Dari jumlah tersebut, itu masih masih banyak yang mengalami keterbatasan peralatan. Bayi kembar Dera dan Dara dilahirkan di Rumah Sakit Zahira. Namun Dera tidak berumur panjang dan meninggal Sabtu (16/2/2013) lalu.
Dera yang lahir secara prematur meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan. Ada kelainan pada kerongkongan Dera. Karena di Rumah Sakit Zahira tidak mempunyai alat memadai, dokter di rumah sakit tersebut menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit lain.
Sebelum Dera meninggal, orang tuanya, Elias Setya Nugroho dan Lisa Darawati sudah berusaha mencari rumah sakit rujukan lain. Namun, tak ada satu pun rumah sakit itu menerima Dera. Alasannya, rumah sakit penuh. (Ism)