Pelatih Maroko: Kami Adalah Rocky Balboa di Piala Dunia 2022 Qatar

Pelatih Maroko Walid Reragui mengibaratkan timnya sebagai sosok Rocky Balboa di ajang Piala Dunia 2022 Qatar, setelah sukses melaju ke babak semifinal.

oleh BudimanDiterbitkan 11 Desember 2022, 22:00 WIB
Para pemain Maroko melakukan selebrasi dengan melemparkan pelatih Walid Reragui ke udara usai pertandingan melawan Kanada pada grup F Piala Dunia 2022 di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Kamis (1/12/2022). Hasil ini membuat Maroko lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 dengan status juara Grup F dengan perolehan tujuh poin. Sementara runner up jadi milik Kroasia. (AP Photo/ Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Maroko Walid Reragui menyebut timnya seperti "Rocky Balboa” di Piala Dunia 2022 Qatar. Dia menilai tim berjuluk Singa Atlas berjuang sekuat tenaga menembus semifinal setelah mengalahkan Portugal 1-0, Minggu (11/12/2022).

Gol semata wayang kemenangan Maroko dicetak melalui sundulan Youssef En-Nesyri di akhir babak pertama. Megabintang Portugal Cristiano Ronaldo yang masuk di babak kedua, tak kuasa menghentikan langkah Maroko melaju ke semifinal Piala Dunia 2022 Qatar.

Sebelumnya, Maroko mengalahkan Spanyol di babak 16 besar melalui adu penalti 3-0 (0-0). Mereka juga membungkam peringkat dua FIFA Belgia 2-0 di penyisihan grup.

“Saat Anda menonton Rocky, Anda ingin mendukung Rocky Balboa karena kerja keras dan komitmennya. Saya pikir kami adalah Rocky Balboa di Piala Dunia ini,” kata Reragui dikutip dari laman news24.

Reragui mengatakan, Maroko berhasil mengambil hati banyak pengemar selama Piala Dunia 2022 Qatar karena menunjukkan tekad kuat, bermain dengan hati, dan sungguh-sungguh. Akhirnya Maroko membuktikan dengan berhasil menembus semifinal.

“Saya yakin banyak dari Anda akan mengatakan ini adalah keajaiban. Namun, kami menang tanpa kebobolan melawan Belgia, Spanyol, Portugal, dan itu adalah hasil kerja keras,” tutur Reragui.

Maroko selanjutnya menghadapi juara bertahan Prancis di Stadion Al Bayt. Mereka berpeluang menjadi negara pertama dari luar Eropa atau Amerika Selatan yang mencapai final.

“Kita bisa bermimpi, mengapa kita tidak bermimpi memenangkan Piala Dunia?" tambah Reragui, yang baru menjabat sebagai pelatih Maroko pada bulan Agustus.


Maroko Punya Pertahanan Kokoh

Maroko. Maroko menjadi negara Afrika terbaru alias keempat yang mampu lolos ke perempatfinal di Piala Dunia edisi terbaru pada 2022 di Qatar. Achraf Hakimi dkk bahkan bisa menjadi wakil Afrika pertama yang mampu lolos hingga semifinal bahkan menjadi juara jika mampu memenangi laga perempatfinal melawan Portugal. Pada fase grup, Maroko berhasil memuncaki Grup F di atas Kroasia dan mampu membuat Belgia angkat koper lebih awal. Pada fase knock-out, Spanyol menjadi korban keganasan Maroko di babak 16 besar dengan kemenangan 3-0 (0-0) lewat adu penalti. (AFP/Javier Soriano)

Maroko memiliki rekor sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2022 Qatar. Maroko baru satu kali kebobolan dalam lima pertandingan, itu pun gol bunuh diri saat melawan Kanada.

Meskipun kehilangan bek Noussair Mazraoui dan Nayef Aguerd yang cedera saat lawan Portugal, pertahanan Maroko tetap tampil kokoh. Maroko juga kehilangan kapten Romain Saiss yang ditandu keluar di awal babak kedua.

Bahkan Maroko telah melampaui ekspektasi dengan menjadi negara Afrika keempat dan negara Arab pertama yang mencapai perempat final Piala Dunia 2022 Qatar. Maroko berhasil melangkah lebih jauh dari Kamerun pada Piala Dunia 1990, Senegal (2002), dan Ghana (2010).

Lanjut Baca:

“Ini gila. Kami hidup dalam mimpi dan kami tidak ingin bangun. Saya merinding. Kami bekerja keras. Ini belum berakhir. Masih ada semifinal dan insya Allah, final,” kata pemain sayap Maroko Sofiane Boufal. Reragui, mantan pemain internasional Maroko kelahiran Prancis, telah membuat sejarahnya sebagai pelatih Afrika pertama yang membawa tim ke perempat final Piala Dunia. “Kami adalah 26 pemain dan untuk melaju jauh di turnamen ini kami membutuhkan mereka semua,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya