Maroko Bikin Sejarah, Wakil Afrika Pertama yang Tembus Semifinal Piala Dunia

Maroko sukses mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2022, mereka menjadi negara Afrika pertama yang tembus ke semifinal kompetisi sepak bola empat tahunan.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 11 Desember 2022, 01:07 WIB
Pemain Timnas Maroko, Youssef En-Nesyri (tengah) melakukan selebrasi bersama rekan setim usai mencetak gol ke gawang Timnas Portugal dalam laga babak perempatfinal Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Sabtu (10/12/2022) malam WIB. (AP/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta - Maroko sukses membuat sejarah baru di Piala Dunia 2022. Pasukan Singa Atlas menjadi negara Afrika pertama yang tembus ke semifinal kompetisi sepak bola terakbar empat tahunan itu.

Adapun prestasi terbaik yang pernah diraih negara Afrika di FIFA World Cup edisi terdahulu hanyalah menjadi perempat finalis. Capaian itu dicatatkan oleh Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010).

Tiket empat besar Piala Dunia 2022 Qatar resmi menjadi milik Maroko usai mereka menumbangkan perlawanan Portugal dalam duel perempat final yang dihelat di Stadion Al Thumama, Sabtu (10/12/2022) malam WIB.

Gol semata wayang dari Youssef En-Nesyri pada menit 42 gagal diseimbangkan oleh Selecao das Quinas hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Laga Maroko vs Portugal sejatinya berlangsung sengit sejak awal. Duo kesebelasan saling jual beli serangan. Kiper Yassine Bounou bahkan sudah dipaksa bekerja keras demi mencegah tandukan Joao Felix berbuah gol di menit ke-5.

Singa Atlas langsung membalas upaya Portugal dengan melancarkan serangan. Strategi ini efektif membuahkan hasil di pengujung babak pertama. Sundulan En-Nesyri yang gagal dihentikan oleh Diogo Costa mengantar Maroko unggul 1–0 saat turun minum.

Selecao das Quinas belum mampu bangkit di babak kedua. Fernando Santos pun berinisiatif menurunkan Cristiano Ronaldo dan Joao Cancelo yang sejak tadi disimpan di bangku cadangan.

Kehadiran keduanya membuka ruang bagi Portugal. Goncalo Ramos mulai menebar ancaman, tetapi si kulit bundar yang dikirimnya masih melambung meninggalkan gawang. Aksi Bruno Fernandes pun belum tepat sasaran.

Juru taktik Portugal kembali putar otak. Rafael Leao dan Ricardo Horta dimasukkan sebagai amunisi baru. Namun, Selecao das Quinas masih kesulitan membongkar pertahanan Maroko.

Anak-anak asuh Santos tak mampu berbuat banyak mendekati akhir laga. Tambahan waktu delapan menit tidak cukup bagi Portugal untuk memaksa pertandingan berlanjut ke extra time. Alhasil, tiket babak semifinal menjadi milik Hakim Ziyech dan kawan-kawan.


Air Mata Ronaldo

Pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo meninggalkan lapangan sambil dihibur dua pemain Timnas Maroko usai laga babak perempatfinal Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Sabtu (10/12/2022) malam WIB. (AP/Alessandra Tarantino)

Di balik kebahagiaan Maroko, ada Ronaldo yang berurai air mata. Megabintang berusia 37 tahun itu tak kuasa membendung tangisannya usai Portugal kehilangan peluang untuk merebut trofi Piala Dunia edisi ini.

Lanjut Baca:

Dalam tayangan pertandingan, CR7 kedapatan langsung ngacir dari lapangan usai wasit meniupkan peluit panjang. Eks bintang Real Madrid berjalan menuju ruang ganti sambil sesekali mengusap wajahnya yang dibanjiri air mata. Tak heran jika Ronaldo mengekspresikan kesedihan pasca kekalahan timnya di Piala Dunia 2022. Reaksi serupa juga sempat ditunjukkan oleh Neymar usai Timnas Brasil menelan pil pahit yang sama lantaran kalah dari Kroasia di delapan besar. Kekalahan ini kian menyakitkan mengingat Piala Dunia 2022 menjadi kesempatan terakhir CR7 mentas di turnamen sepak bola paling akbar sejagat. Sang pemain diyakini tak akan memperkuat Portugal di FIFA World Cup 2026 lantaran ia sudah menginjak kepala empat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya