Aksi Lionel Messi Bungkam Kritik Van Gaal, Bikin Ciut Lawan

Louis van Gaal harus mengubur mimpinya membawa Belanda menjuarai Piala Dunia 2022.

oleh YuliantoDiperbarui 10 Desember 2022, 07:23 WIB
Louis van Gaal menjadi pelatih kelima dengan gaji tertinggi di Piala Dunia 2022. Pria 71 tahun itu mendapatkan 2,5 juta pound. Ia ditunjuk untuk menukangi Timnas Belanda pada 2021 lalu, menggantikan Frank de Boer yang gagal memberikan penampilan terbaiknya di Euro 2020. Piala Dunia 2022 Qatar akan menjadi edisi terkahir Van Gaal menjadi pelatih di Skuad Oranje. (AFP/ANP/Robin van Lonkhuijsen)

Liputan6.com, Jakarta Pertandingan antara Belanda kontra Argentina diwarnai bentrok di Lusail Iconic Stadium, Sabtu (10/12/2022), dinihari WIB. Duel mereka memiliki persaingan dengan intensitas tinggi untuk saling sikut mendapatkan tiket ke semifinal Piala Dunia 2022.

Wajar apabila kedua tim memiliki tingkat persaingan tinggi, bahkan beberapa ikon sudah saling mengolok. Salah satunya saat media bertanya kepada Louis van Gaal tentang pernyataan Angel di Maria bahwa pelatih Belanda itu merupakan ‘pelatih terburuk’ yang pernah menanganinya saat mereka bekerjasama membela Manchester United pada 2014/2015.

Van Gaal pun dengan santai menjawab pertanyaan tersebut. Pelatih berusia 71 tahun itu justru menyesali sikap winger Argentina tersebut. "Dia (Di Maria) adalah salah satu dari sedikit pemain yang mengatakan itu," kata Van Gaal, "seperti biasanya, kebanyakan pemain mengatakan sebaliknya."

Van Gaal sebenarnya tak menghiraukan masalah tersebut. Mantan pelatih Barcelona itu justru mencermati hasil yang diperoleh tim asuhannya, di mana Belanda pada akhirnya harus angkat kaki dari Qatar. Mereka kalah dramatis lewat drama adu penalti 3-4 (2-2).

Van Gaal sejatinya memiliki harapan besar De Oranje akan melaju ke semifinal. Optimisme itu mencuat ketika Wout Weghorst berhasil menyamakan kedudukan hingga akhir laga. Dua gol Weghorst bahkan memaksa pertandingan dilanjut hingga babak tambahan.

Sayang, Belanda sepertinya kurang siap dalam menghadapi tekanan dalam drama adu penalti. "Kami sudah sepenuhnya memberikan perjuangan terbaik. Kami menunjukkan itu hingga kami mendapatkan dua gol untuk memaksa Argentina melanjutkan laga, tapi kami kurang beruntung dalam penalti," cetus Van Gaal.

Sementara Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tak banyak berbicara tentang keberhasilan tim asuhannya usai mengempaskan Belanda. Pelatih berusia 44 tahun ini hanya meminta timnya kembali fokus jelang pertemuan Argentina kontra Kroasia di semifinal.

Lanjut Baca:

Pelatih yang berhasil memimpin Argentina meraih gelar Copa America tahun lalu, trofi besar pertama negara itu sejak 1993, mengharapkan Lionel Messi Cs terus menunjukkan determinasi bagus. "Kami sudah melakukan hal bagus sejauh ini, termasuk saat kami menghadapi Belanda yang sempat mengejutkan kami di menit-menit akhir," paparnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya