Striker Argentina Tampil di Piala Dunia 2022 dengan Suntikan Penghilang Rasa Sakit

Lautaro Martinez sempat disuntik pain killer.

oleh Rangga AriDiterbitkan 09 Desember 2022, 12:00 WIB
Pemain Argentina Lionel Messi, Lautaro Martinez, Angel Di Maria merayakan gol ke gawang Arab Saudi yang kemudian dianulir wasit dalam pertandingan Grup C Piala Dunia Qatar 2022 di Stadion Lusail, Doha, Selasa (22/11/2022). (AFP/Kirill Kudryavtsev)

Liputan6.com, Jakarta Striker Argentina, Lautaro Martinez sempat diberikan suntikan penghilang rasa sakit atau pain killer di pergelangan kakinya untuk bermain di Piala Dunia 2022 Qatar. Hal itu diungkapkan oleh agen Martinez, Alejandro Camacho.

Martinez menjadi starter Argentina di pertandingan perdana penyisihan Grup C Piala Dunia 2022 melawan Arab Saudi. Sayang, pada pertandingan pembuka Argentina harus takluk 1-2 dari Saudi. Striker Inter Milan ini sendiri memiliki beberapa gol yang dianulir karena offside.

Martinez juga tampil sejak menit awal saat Argentina melawan Meksiko di pertandingan kedua Grup C. Namun, ia harus ditarik keluar di menit ke-63 karena sedikit merasakan nyeri di kakinya.

Pada saat pertandingan ketiga melawan Polandia, Martinez menjadi cadangan dan baru dimasukan di menit ke-79 menggantikan Julian Alvarez. Di laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Australia, Martinez juga harus masuk dari bangku cadangan di menit ke-50.

Situasi ini membuat publik bertanya-tanya dengan kondisi Martinez. Ternyata, Martinez mengalami cedera di anklenya. Agen Martinez, Alejandro Camacho belum tahu pasti sejak kapan Martinez mahan nyeri, yang jelas dia sempat diberikan pain killer.

"Lautaro mendapat suntikan karena dia sangat kesakitan di pergelangan kakinya," kata Camacho kepada stasiun radio Argentina, La Red dilansir dari Reuters.

“Dia bekerja keras untuk menghilangkan rasa sakit itu, dan begitu itu terjadi, dia akan bermain di lapangan. Martinez adalah pemain top dunia," ucap Camacho menambahkan.

 


Persaingan Striker

Lautaro Martinez. Pada putaran final Piala Dunia 2022, Grup C dihuni oleh oleh Argentina, Arab Saudi, Meksiko dan Polandia. Striker Argentina berusia 24 tahun, Lautaro Martinez menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dari seluruh pemain di Grup C dengan nilai 75 juta Euro atau setara Rp1,1 triliun, mengalahkan rekannya Lionel Messi yang hanya memiliki nilai pasar senilai 50 juta euro. Bersama Timnas Argentina ia telah mengoleksi 38 caps dengan torehan 20 gol dan 6 assist sejak melakukan debut pada 27 Maret 2018. (AFP/Pool/Javier Torres)

Camacho mengungjapkan, Martinez mendapatkan situasi sulit saat gol-golnya dianulir melawan Arab Saudi. Meskipun mentalitas Martinez dinilai kuat, namun pada momen itu dia sempat tidak percaya diri dan memikirkan nasibnya.

Apalagi, setelah laga melawan Arab Saudi yang berujung kekalahan La Albiceleste, posisi Martinez kerap digantikan oleh Julian Alvarez. Ia mengakui memang ada persaingan di posisi striker untuk mengambil peran utama.

"Dia sangat kuat dalam pikiran dan mental, tetapi gol yang dianulir melawan Arab Saudi adalah saat-saat sulit baginya," kata Camacho.

Martinez telah melihat tempat awalnya di lineup Argentina diambil oleh striker Manchester City Julian Alvarez. Alvarez juga sejauh ini tampil memukau dengan mencetak dua gol, sementara Martinez masih nihil gol.

Lanjut Baca:

"Tapi saya pikir persaingan membuat dia (Martinez) dan Julian lebih kuat, karena bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, mereka cocok satu sama lain,” tutur Camacho.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya