5 Cara Belanda untuk Bisa Kalahkan Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2022

Belanda bakal menghadapi Argentina pada perempat final Piala Dunia 2022 Qatar. Kedua tim terakhir bertemu di semifinal Piala Dunia 2014 Brasil dan Argentina menang adu penalti atas Belanda.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 07 Desember 2022, 17:30 WIB
Pemain Belanda merayakan gol Daley Blind ke gawang Amerika Serikat pada pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, 3 Desember 2022. Belanda melaju ke perempat final Piala Dunia 2022 usai menaklukkan Amerika Serikat dengan skor 3-1.(AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 Qatar memasuki fase perempat final. Babak ini akan dimainkan mulai 9 hingga 11 Desember. Delapan tim yang akan berlaga pada fase ini ialah Belanda, Argentina, Prancis, Inggris, Kroasia, Brasil, Maroko, dan Portugal.

Belanda akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar Piala Dunia 2022. Belanda melaju ke perempat final setelah mengalahkan Amerika Serikat 3-1. Sedangkan Argentina menang 2-1 atas Australia.

Duel Belanda vs Argentina merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 2014 Brasil. Saat itu Argentina menang 4-2 lewat adu tendangan penalti setelah bermain imbang 0-0 hingga babak perpanjangan waktu.

Performa Belanda cukup meyakinkan saat mengalahkan Amerika Serikat di babak 16 besar. Tetapi, skuad racikan Louis van Gaal harus meningkatkan lagi performanya jika ingin mengalahkan Argentina.

Argentina, di sisi lain, belum terlihat sebagus yang diharapkan banyak orang di awal turnamen ini. Tapi, Lionel Messi cs menunjukkan tanda-tanda peningkatan dan masih memiliki bakat yang luar biasa.

Dengan juara Copa America itu tidak dalam kondisi terbaiknya, Belanda berpeluang untuk menang dan meraih tiket semifinal. Setidaknya ada 5 cara yang harus dilakukan Belanda untuk membalas kekalahan dari Argetina delapan tahun lalu seperti dikutip dari Fot Mob:

 


1. Hentikan suplai bola ke Lionel Messi

Lionel Messi kini berhasil menyalip rekor yang ditorehkan oleh Diego Maradona dan Guillermo Stabile sebagai pencetak gol terbanyak timnas Argentina. Messi tercatat telah membuat 9 gol atau unggul satu gol dari Maradona dan Stabile. (AP/Thanassis Stavrakis)

Lionel Messi sepenuhnya mampu memenangkan pertandingan sendiri. Menghentikannya saat menguasai bola di area berbahaya hampir tidak mungkin. Karena itu, Belanda perlu memastikan Messi mendapatkan bola di area tersebut sesedikit mungkin.

Pelatih Belanda Louis van Gaal mampu melakukannya pada 2014 dengan mengistruksikan Nigel de Jong agar terus menempel Messi seperti lem. Hasilnya La Pulga hanya punya satu tembakan dalam 120 menit. Van Gaal mungkin akan menggunakan pendekatan yang sama, dengan Marten de Roon menjalankan tugas itu.

Butuh lebih dari sekadar menjaga ketat Messi untuk menghentikannya. Belanda harus memotong suplai bola kepadanya. Para pemain bertahan harus siap saat Messi sukses menerobos.

Bek Belanda Virgil van Dijk bisa belajar satu atau dua hal dari Ron Vlaar. Mantan pemain Aston Villa tersebut menampilkan performa terbaiknya di Piala Dunia 2014 Brasil dengan membuat beberapa tekel gemilang pada pemenang Ballon d'Or tujuh kali itu.

Lanjut Baca:

Argentina sudah kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar. Namun, tim Amerika Selatan tersebut sejauh ini menghadapi tim-tim yang jarang melancarkan serangan balik cepat. Ini membuat Nicolas Otamendi dan kawan-kawan cukup mudah menjalankan tugasnya. Ada banyak alasan untuk percaya bahwa para penyerang Belanda bisa merepotkan lini pertahanan Argentina. Sebab, Otamendi akan berusia 35 tahun dan tidak terlalu cepat lagi Sementara Nahuel Molina dan Marcos Acuna bukanlah bek sayap yang paling defensif karena keduanya adalah pemain sayap yang dikonversi. Sulit membayangkan salah satu dari mereka terus-menerus digempur pemain Belanda seperti Memphis Depay, Cody Gakpo, dan Steven Bergwijn. Pelatih Belanda Louis van Gaal harus mempertimbangkan Bergwijn sejak awal laga daripada Davy Klaassen karena alasan itu. Dengan tiga pemain depan yang begitu cepat untuk dihadapi, lini belakang Argentina akan dipaksa berada di area lebih dalam atau berisiko terekspos saat istirahat.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya