Statistik Spanyol Lawan Maroko di 16 Besar Piala Dunia 2022: Banyak Umpan, Cuma 1 Tembakan

Spanyol melakukan sebuah ironi karena melakukan banyak umpan tapi hanya bisa melepas satu tembakan ke arah gawang saat melawan Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 07 Desember 2022, 15:00 WIB
Reaksi kecewa pemain Spanyol setelah kalah dari Maroko di babak adu penalti saat laga 16 besar Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Selasa (06/12/2022). (AP/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Spanyol menjadi salah satu tim favorit untuk memenangkan Piala Dunia 2022. Namun harapan itu musnah karena La Furia Roja terjungkal di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Spanyol kesulitan untuk membongkar pertahanan Maroko di 16 besar Piala Dunia 2022. Dengan dominasi penguasaan bola dan jumlah umpan, Spanyol tak bisa menikmati kemenangan karena gol tak kunjung datang.

Ada ironi di statistik Spanyol saat melawan Maroko. La Furia tercatat melakukan 1019 umpan lawan Maroko, berbanding jauh dari Maroko yang hanya melepas 304 umpan.

Meski begitu, Spanyol hanya mampu melepas 1 tembakan ke arah gawang dari total 13 tembakan yang dilakukan Spanyol. Pertahanan Maroko terorganisir dengan baik.

Tim asal Afrika Utara ini bahkan mampu melepas 2 tembakan ke arah gawang. Spanyol selalu berpatokan kepada umpan pendek sehingga di hampir semua pertandingan di Piala Dunia 2022, jumlah umpan mereka mencapai rata-rata 1.000-an.

Satu tembakan ke arah gawang menjadi torehan terburuk Spanyol di Piala Dunia sejak 1966. Spanyol juga menjadi negara pertama yang gagal adu penalti 4 kali berturut-turut, juga tim kedua yang tak mapu mengeksekusi satu penalti pun di Piala dunia.

 


Latihan Sia-Sia

Pemain Maroko merayakan kemenangan timnya setelah mengalahkan Maroko di babak adu penalti saat laga 16 besar Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Selasa (06/12/2022). (AP/Luca Bruno)

 

Pelatih Spanyol Luis Enrique mengklaim sudah banyak melatih penalti. Bahkan, dia mengatakan sudah melakukan 1.000 penalti saat latihan.

"Saya yang memilih eksekutor penalti, saya pikir mereka terbaik di lapangan," kata Enrique.

"Kalau saya bisa mengubah sesuatu, saya berharap bisa mencopot kiper Maroko dan memasang kiper lain. Penalti tak seperti lotre, Anda harus bisa mengontrol diri sendiri."

Enrique mengaku tak tahu bagaimana nasibnya sebagai pelatih Spanyol usai kegagalan di Piala Dunia. Dia menyerahkan nasibnya ke federasi.

"Pekan depan, saya akan bicarakan soal masa depan saya, sekarang bukan momen yang tepat," ujarnya.

 


Dikritik

Bek dan kiper Maroko, Jawad El Yamiq dan Yassine Bounou meraih bola pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Education City Stadium, Al Rayyan, Rabu (6/12/2022) dini hari WIB. Maroko melewati duel alot 120 menit untuk mengalahkan Spanyol di babak adu penalti dengan skor telak 3-0. (AP Photo/Julio Cortez)

Sudah lama Spanyol andalkan permainan tiki taka yang memang menguasai sepak bola dunia pada 2008 sampai 2012. Luis Enrique meneruskan tradisi yang sukses dengan Vicente del Bosque dan Luis Aragones.

Lanjut Baca:

Para jurnalis dan pundit pun buka suara. Salah satunya jurnalis asal Spanyol, Juliem Balague. "Spanyol memang kurang bagus. Maroko punya visi permainan lebih baik dibandingkan Spanyol. Kita ada rencana tapi tak bisa memengaruhi permainan dan kita tak mencari alternatif, karena memang tak punya," katanya seperti dikutip bbc. "Tim yang bisa memenangkan Piala Dunia punya sesuatu yang lebih dibandingkan Spanyol. Prancis, Inggris, Brasil punya sesuatu yang lebih."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya