Perkuat Vokasi Industri, Kementerian Perindustrian Luncurkan Industrial Vocational Year 2023

Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI menggelar Industrial Vocational Week (IVW) 2023 yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat sektor industri di Indonesia dan menyediakan tenaga kerja industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.

oleh Liputan6.comDiperbarui 28 November 2022, 06:13 WIB
(Ki-Ka) Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi Asril, plt Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian Chairul Saleh, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan, Senior TVET System Reform GIZ Rudy Djumali, State Secretary Swiss Boris Andres Zurcher saat peluncuran Industrial Vocation Year 2023 di Jakarta (25/11/2022). (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat sektor industri di Indonesia dan menyediakan tenaga kerja industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis teknologi sebagai salah satu strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri di era digitalisasi industri 4.0.

Pada minggu ke-4 bulan November 2022 ini, BPSDMI menggelar Industrial Vocational Week (IVW) 2022 yang merupakan serangkaian kegiatan bersama mitra industri dan mitra pembangunan dari dalam dan luar negeri dalam rangka mensosialisasikan kegiatan pengembangan SDM Industri melalui program vokasi industri.

(Ki-Ka) Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi Asril, plt Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian Chairul Saleh, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan, Senior TVET System Reform GIZ Rudy Djumali, State Secretary Swiss Boris Andres Zurcher menekan tombol pada peluncuran Industrial Vocation Year 2023 di Jakarta (25/11/2022). (Liputan6.com)

Penyelenggaraan kegiatan ini telah melibatkan 144 perusahaan industri, 127 peserta dari KADIN, KADINDA, dan para mitra, serta 947 dari SMK dan politeknik secara offline, online, dan hybrid dengan total sebanyak 1730 peserta.

Kegiatan yang berjalan selama 4 hari dari tanggal 21 hingga 24 November 2022 ini dilanjutkan dengan pelaksanaan Launching of Industrial Vocational Year (IVY) 2023 sebagai puncak acara berlokasi di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta yang dibuka oleh Kepala BPSDMI Arus Gunawan.

Arus menyampaikan bahwa keberhasilan program pendidikan dan pelatihan vokasi adalah karena terjalinnya kemitraan antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri yang mengurangi permasalahan mismatch supply dan demand penyediaan SDM industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan (tengah) foto bersama dengan penerima penghargaan mitra industri yang telah mendukung dan mengimplementasikan kegiatan vokasi industri pada peluncuran Industrial Vocation Year 2023 di Jakarta (25/11/2022). (Liputan6.com)

Berdasarkan data proyeksi Kementerian Perindustrian, kebutuhan SDM industri setiap tahunnya kini mencapai 682.000 orang, sementara jumlah tenaga kerja yang tersedia masih sangat sedikit.

Hal ini memicu Kemenperin untuk melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan vokasi nasional melalui pendidikan vokasi berupa SMK, Politeknik, Akademi Komunitas, penyelenggaraan diklat 3-in-1, program setara diploma satu, serta penguatan revitalisasi Link and Match SMK dan industri guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan (tengah) didampingi Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Restu Yuni Widayati (kiri) mencoba virtual reality di salah satu stan pada peluncuran Industrial Vocation Year 2023 di Jakarta (25/11/2022). (Liputan6.com)

Serangkaian kegiatan yang dilakukan ini merupakan hasil kolaborasi BPSDMI Kemenperin dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN Indonesia, TVET System Reform (TSR) GIZ, S4C Swisscontact, Prospera, dan Axioo.

Sekretaris Negara dan Direktur Ketenagakerjaan Swiss Boris Zürcher mengatakan bahwa Swiss telah berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan keterampilan yang menjadi prioritas utama untuk program kerja sama Swiss selama 50 tahun.

Pada acara peluncuran IVY 2023 ini, Kemenperin juga menganugerahkan tiga penghargaan, meliputi Sarana Penelitian Industri Terapan (SPIRIT) dan Assessment TVET 4.0 bagi unit pendidikan Kemenperin serta Best Practice Pengembangan Vokasi Indonesia bagi mitra industri yang telah mendukung dan mengimplementasikan kegiatan vokasi industri.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya