Liputan6.com, Jakarta - Timnas Prancis memiliki hambatan serius ketika menghadapi Australia pada laga pembuka Grup D Piala Dunia 2022. Hambatan terbesar tentu saja masalah cedera pemain dalam upaya Les Bleus mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan.
Prancis menghadapi timnas Australia di Stadion Al Janoub, Rabu (23/11/2022) dini hari pukul 02.00 WIB. Pertandingan yang disiarkan langsung SCTV, Moji, dan dapat pula disaksian melalui siaran streaming Vidio serta pada jaringan televisi satelit NEX Parabola ini tentu saja sangat penting bagi keduanya.
Advertisement
Les Bleus berupaya keras mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan, sedangkan Australia bertujuan mengakhiri kesialan mereka tersisih di fase grup selama tiga kesempatan berturut-turut.
Bagi Didier Deschamps selaku pelatih kepala Prancis, dampak negatif yang diraih tim asuhannya jauh lebih besar ketimbang sisi positif usai Les Bleus merengkuh UEFA Nations League 2021.
Skandal di luar lapangan dan masalah cedera yang tak terhitung jumlahnya juga melanda Prancis. Karim Benzema salah satunya menjadi pemain yang bakal absen karena mengalami masalah paha, meski striker Real Madrid itu kembali berlatih penuh bersama Raphael Varane.
Deschamps tidak akan menyebutkan pengganti Benzema, dan dia juga terpaksa menukar Presnel Kimpembe dan Christopher Nkunku dengan Axel Disasi dan Randal Kolo Muani.
Yang jelas, Olivier Giroud, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, dan Ousmane Dembele diperkirakan akan membentuk kuartet penyerang dengan absennya Benzema. Sementara Ibrahima Konate dan Dayot Upamecano dapat ditempatkan di lini belakang.
Deschamps telah menegaskan bahwa Varane fit untuk menjadi starter, sementara Eduardo Camavinga absen karena rasa tidak nyaman saat menjalani sesi latihan.
Motivasi Les Bleus
Deschamps mengatakan tidak ada kecemasan di kubu timnya di Piala Dunia kali ini, meskipun beberapa pemain kunci ditarik keluar untuk menjalani laga pembuka Grup D.
"Tidak ada kekhawatiran. Kami telah melakukan segala kemungkinan," kata Deschamps. "Tidak ada kecemasan, semua orang tenang dan berkepala dingin."
"Anda pikir saya bisa menjentikkan jari saya dan seseorang dapat berkata, 'Oke, saya akan menjadi pemimpin, saya akan memberikan semangat dan memimpin pasukan menuju kemenangan'? Tidak, itu sesuatu yang datang seiring waktu.”