Liputan6.com, Jakarta Timnas Argentina menjalani Piala Dunia 2022 dengan tujuan menambah kejayaan global mereka setelah merengkuh mahkota Copa America, tetapi pelatih kepala Lionel Scaloni sangat sadar akan tantangan yang menunggu timnya di Qatar - dimulai dengan lawan pertama Arab Saudi.
La Albiceleste mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk mendapatkan trofi besar dengan mengalahkan Brasil di final Copa America 2021. Capaian itu menjadikan Argentina tampil di Piala Dunia sebagai juara benua sejak Piala Dunia 1994.
Advertisement
Tidak seperti turnamen itu, di mana mereka tersingkir di tangan Rumania di babak 16 besar, Argentina akan menyukai diri mereka sendiri untuk melaju jauh kali ini. Apalagi, Tim Tango begitu termotivasi karena Lionel Messi, yang memimpin skuad Argentina, bakal menjalani Piala Dunia terakhirnya.
Argentina memulai kampanye Grup C mereka melawan timnas Arab Saudi di Stadion Lusail pada Selasa (22/11/2022), sebelum menghadapi Meksiko dan Polandia, tetapi Scaloni tidak mengharapkan ujian yang mudah melawan tim pertama yang berada di urutan ke-51 dalam peringkat FIFA.
“Kami mengenal Arab Saudi dengan baik,” katanya. “Mereka adalah tim yang sangat bagus, tim yang kuat secara teknis dengan pemain cepat. Mereka akan mempersulit kita,” ujar Scaloni, dikutip Analyst. “Selain itu, ini adalah pertandingan pertama kami di Piala Dunia, yang selalu sulit. Tapi, ini Piala Dunia dan setiap pertandingan itu sulit.”
“Kami tidak memiliki tekanan karena pada akhirnya inilah sepak bola; kita akan memainkan Piala Dunia. Kami sadar apa yang diwakili sepak bola untuk Argentina, tetapi ini adalah olahraga dan itulah mengapa kami harus melangkah ke lapangan dan melakukan hal kami sendiri,” timpal Scaloni.
Argentina adalah salah satu dari tiga tim Amerika Selatan yang telah mengangkat Piala Dunia, bersama Brasil (lima kali) dan Uruguay (dua kali), meskipun mereka belum pernah mengangkat trofi lagi sejak zaman Diego Maradona pada 1986.