Merogoh Kocek demi Membeli <i>Panic Room</i>

Sebagian penduduk Virginia, AS, beramai-ramai membeli panic room yang diyakini antipeluru dan ledakan. Tenda plastik yang mampu menahan zat dari senjata biologi dan kimia juga laku terjual.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Maret 2003, 19:59 WIB
Liputan6.com, Virginia: Sekilas perumahan di sebuah kawasan di Virginia, Amerika Serikat, tak berbeda seperti kompleks hunian biasa. Belakangan aktivitas warga sedikit meningkat setelah Presiden AS George Walker Bush mengumumkan rencana agresi terhadap Irak [baca: Bush: Irak Akan Tetap Diserang]. Kini, mereka mulai bersiaga dengan menyiapkan segala perlengkapan sandang dan pangan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Kepanikan bakal terjadi perang tak hanya itu. Sejak dua pekan terakhir, sebagian penduduk membeli ruangan pengaman yang biasa disebut panic room.

Mayoritas konsumen mengincar panic room yang mempunyai penyaring udara sekaligus tahan peluru. Ruangan pengaman itu berbentuk seperti kamar persegi panjang berukuran sekitar tiga meter. Untuk menguji ketahanannya, para pedagang tak segan mendemonstrasikan keunggulan ruangan yang hendak dijual. Tempat persembunyian yang ditawarkan ada juga berupa tenda plastik. Tenda ini selain dapat menampung enam orang dewasa juga mampu melindungi penghuninya dari bahaya senjata kimia dan biologi. Harga kedua ruangan itu memang mahal. Tapi buat warga yang mampu, mahal bukan masalah asal keamanan terjamin.

Penduduk yang kantongnya tipis tidak kehilangan akal. Mereka membangun ruangan sendiri di dalam rumah, biasanya berbentuk kamar bawah tanah yang dilengkapi ventilasi udara. Di dalam kamar itu, warga menyimpan makanan dan minuman dalam jumlah besar. Selain pangan, mereka juga memasok pakaian, alas tidur, dan masker gas.(KEN/Uri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya